Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Sembako dan Seragam Polisi: Ketika Polisi Menjadi Nadi Empati di Mamuju Tengah

Mamuju Tengah, Katinting.com – Di tengah gejolak ekonomi yang masih menyisakan ketidakpastian, Polres Mamuju Tengah mengambil langkah nyata untuk meringankan beban warga. Dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Hengky Kristanto Abadi, jajaran pejabat utama polres setempat menyalurkan bantuan sembako kepada seluruh Polsek di wilayah hukumnya, Kamis (26/06).

Penyerahan secara simbolis di halaman Mapolres bukan sekadar seremoni, melainkan pintu masuk bagi distribusi bantuan yang diharapkan menyentuh lapisan masyarakat paling rentan.

Setiap paket sembako yang diserahkan kepada Kapolsek jajaran akan menjadi penopang sementara bagi keluarga – keluarga yang terhimpit kesulitan.

“Kami tidak ingin hanya dikenal sebagai penjaga keamanan, tapi juga sahabat yang turut merasakan denyut kesusahan warga,” tegas Hengky Kristanto, dengan nada yang tegas namun penuh empati.

Ia menegaskan, bantuan ini harus sampai ke tangan yang tepat tanpa bias, tanpa politisasi.

Aksi ini bukan tanpa alasan. Di balik seragam dan tugas penegakan hukum, Polres Mamuju Tengah berupaya membangun narasi baru: polisi yang tak hanya hadir saat konflik, tetapi juga di saat masyarakat membutuhkan sekaleng beras atau sebungkus mie instan.

Tokoh masyarakat yang menyaksikan prosesi tersebut menyambut positif langkah ini.

“Ini bukti bahwa Polri masih memiliki hati,” ujar salah seorang di antaranya.

Memang, di tengah tantangan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum, aksi-aksi seperti ini bisa menjadi jembatan yang perlahan memulihkan hubungan.

Jika keamanan adalah fondasi, maka kepedulian adalah atap yang memberi kenyamanan. Dan Polres Mamuju Tengah, melalui gerakan ini, sedang membangun keduanya. (*/Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat