Jakarta, Katinting.com – Potensi Logam Tanah Jarang (LTJ) yang dimiliki oleh Mamuju, sudah ditetapkan masuk dalam 8 blok yang punya potensi besar, dan akan segera di eksplorasi, bersama 7 blok lainnya, yang tersebar di Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan dan di Pulau Sulawesi lainnya.
Kepala Badan Industri Mineral (BIM) Brian Yuliarto menyampaikan bahwa telah dilakukan pemetaan blok mineral kritis yang mengandung LTJ, maka salah satunya ada di Mamuju, Sulawesi Barat.
“Jadi ada delapan blok yang berhasil kami petakan, dan segera dieksplorasi,salah satunya adalah Blok Mamuju, Sulawesi Barat, serumpun dengan Blok Melawi, Blok Boyan Hulu, dan Blok Bombana” ujar Brian.
Karenanya, saat ini sedang dilakukan telaah rencana eksplorasi, untuk segera diajukan ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam rangka menentukan wilayah izin usaha pertambangan (WIUP) dan perusahaan pelat merah yang bakal mengelola, dalam rangka menentukan.
“Jadi untuk delapan Blok tidak terkecuali Blok Mamuju, masih berproses dan pematangan rencana eksplorasi masih berlangsung” ungkap Brian.
Katanya, sebagaimana disampaikan dalam pertemuan dengan Komisi XII DPR RI, Selasa (10/02) saat rapat dengar pendapat (RDP),
“Bahwa delapan blok potensial tersebut, ada yang memiliki kandungan tungsten, tantalum, dan antimon, yang juga sangat besar perannya untuk industri pertahanan” kata Brian.
Ia membeberkan untuk pemetaan Blok Mamuju yang mengandung LTJ potensial, proses eksplorasinya nanti pihaknya berencana juga akan menggandeng PT Timah Tbk (TINS) untuk pengembangan mineral kritis yang terkandung dalam timah yaki monasit.
“Kita lihat nanti, sebagaimana harapan kami, industrinya di sini bisa in line dengan pengembangan atau penanganan byproducts dari PT Timah yang monasit ya, yang memiliki kandungan rare earth” beber Brian.
Berikut Daftar Delapan Blok yang Ditetapkan Segera Eksplorasi ;
1. Blok Batubesi (Bangka Belitung) Luas wilayah: 500 hektare.
2. Blok Keposang (Bangka Belitung) Luas wilayah: 5.000 hektare.
3. Blok Mamuju (Sulawesi Barat) Luas wilayah: 23.000 hektare.
4. Blok Toboali (Bangka Belitung) Luas wilayah: 10.000 hektare.
5. Blok Mentikus (Bangka Belitung) Luas wilayah: 200 hektare.
6. Blok Melawi (Kalimantan Barat) Luas wilayah: 54.000 hektare.
7. Blok Boyan Hulu (Kalimantan Barat) Luas wilayah: 8.492 hektare.
8. Blok Bombana (Sulawesi Tenggara) Luas wilayah: 64.000 hektare.
(Fhatur Anjasmara)






