Mamuju, Katinting.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menerima mahasiswa Program Pra-Ners S1 Keperawatan STIKES Marendeng Majene untuk melaksanakan praktik profesi di lingkungan rumah sakit. Kegiatan penerimaan berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai 3 RSUD Sulbar pada Senin, 11 Agustus 2025.
Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas tenaga kesehatan di Sulawesi Barat, sejalan dengan visi misi Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK), dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, yang berfokus pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan berkarakter. Praktik lapangan ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi mahasiswa untuk menjadi perawat profesional yang kompeten.
Selama praktik di RSUD Sulbar, mahasiswa akan mendapatkan pengalaman klinis langsung, meningkatkan keterampilan, serta memahami etika pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Direktur RSUD Sulbar yang diwakili oleh Sub Bidang Pengawasan & Pengendalian Mutu Keperawatan, Firman Gazali, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan STIKES Marendeng Majene menjadikan RSUD Sulbar sebagai mitra pembelajaran selama dua tahun terakhir.
“Selamat datang kepada seluruh mahasiswa dan civitas akademika STIKES Marendeng Majene. Kami berharap praktik lapangan ini dapat berjalan lancar. Jangan ragu untuk bertanya dan selalu jaga kesehatan selama menjalani praktik,” ujar Firman.
Ns. Pattola, perwakilan Direktur STIKES Marendeng Majene, menyampaikan terima kasih atas kerja sama dengan RSUD Sulbar dan berharap kolaborasi ini dapat diperpanjang di masa depan.
“Ini merupakan kali kedua kami melaksanakan praktik di RSUD Sulbar. Sebanyak 28 mahasiswa akan menjalani observasi selama tiga minggu di beberapa bagian, yaitu perawatan interna dewasa, perawatan nifas, dan perawatan jiwa,” jelas Pattola.
Ia berharap mahasiswa dapat menjalani praktik dengan baik dan mendapatkan bimbingan yang optimal dari tim RSUD.
Selama praktik, mahasiswa akan ditempatkan di beberapa unit dengan harapan dapat:
- Mengembangkan kompetensi klinis dalam asesmen, intervensi, dan evaluasi pasien.
- Mematuhi standar prosedur rumah sakit, termasuk keselamatan pasien serta etika profesi.
- Membangun komunikasi efektif dengan pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan multidisiplin.
- Beradaptasi dengan dinamika kerja rumah sakit, termasuk menghadapi kasus kompleks dan tekanan emosional.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan simbolis mahasiswa praktik, foto bersama, serta penyampaian materi tentang Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), dan Bantuan Hidup Dasar (BHD). (*)






