banner 728x90

RDTR Mamuju Tengah, Melewati Konsultasi Publik

Tidak ada komentar 97 views
banner 728x90

Pelaksanaan Konsultasi Publik I RDTR Mamuju Tengah, Selasa 31 Augustus 2021. (Dok. Fhatur Anjasmara)

 

Mateng, Katinting.com – Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Mamuju Tengah, memasuki fase kemajuan, pada Selasa (31/08) dokumennya, di konsultasi publik tahap pertama di gedung utama Benteng Kayu Mangiwang, Aula Kantor Bupati Mamuju Tengah.

Dokumen RDTR Mamuju Tengah pada konsultasi publik tahap pertama ini, dikerjasamakan dengan Departemen Perencanaan Tataruang Fakultas Teknik Sipil, Universitas Hasanuddin.

Dalam keterangannya, Kepala Bappeda Mamuju Tengah, Ishaq Yunus, mengemukakan bahwa konsultasi publik yang dilaksanakan ini, merupakan semangat dari yang diamanahkan oleh Perda RTRW.

“Karenanya, saya berharap ruang diskusi konsultasi publik ini, benar benar dimanfaatkan oleh stakeholder yang hadir memberikan masukan konfrehensif” harap Ishaq.

Ketua DPRD Mamuju Tengah, Arsal Aras, yang juga berkesempatan memberikan pandangannya, berharap kiranya RDTR yang sedang disusun oleh Pemkab Mamuju Tengah, agar benar benar memperhatikan kepentingan peningkatan pelayanan dimasa mendatang, karena baginya perencanaan yang baik dan matang akan menghasilkan program yang baik.

“Sebenarnya dari dulu, persoalan ini kami nantikan di DPRD untuk kami teliti, tapi ternyata melalui UU Cipta Kerja, RDTR tak mesti lagi lewat Perda, bisa lewat Perbup, tapi tentu meskipun kemudian tidak lagi lewat Perda, hendaknya penyelenggara membuka ruang lebar kepada stakeholder memberikan masukan agar RDTR ini benar benar matang” tutur Arsal.

Terpisah, Sekertaris Kabupaten Mamuju, Askary Anwar, pada sambutannya, menyampaikan bahwa penyusunan RDTR kali ini, adalah bagian koreksi yang mengalami kemajuan, dari draf sebelumnya.

“Jadi ada kemajuan dari draf sebelumnya, dimana RDTR kali ini, sudah memuat harapan harapan perencanaan kita kedepan, berbasis mitigasi bencana, mengingat daerah kita ini juga menjadi salah satu area rawan bencana khususnya banjir dan tanah longsor” beber Askary.

Untuk itu, dalam rangka mengjaga dan menetapkan terbaik yang akan diberikan kepada masyarakat, berupa RDTR yang sudah berbasis mitigasi bencana dan menganut prinsip sustainable.

“Sehingga pemanfaatan RDTR ini kemudian berjangka waktu yang panjang, sekalipun kemudian dalam beberapa tahun kemudian, kita bisa melakukan revisi terbatas misalnya, namun pada semangat RDTR ini, kami ingin memang berjangka panjang kedepan, misalnya 20 sampai 30 tahun” ujar Askary.

Pada sesi diskusi, ada sejumlah masukan berharga yang disampaikan oleh stakeholder yang hadir, mulai soal kejelasan zona ekslusif kabupaten, sampai penataan kota yang semberawut mesti diatur lebih awal di RDTR, selain itu, peserta juga berharap kiranya ada perubahan jalur kereta api yang melintas di Mamuju Tengah, agar tak membelah kota, tapi diusulkan melalui pinggiran kota, sehingga untuk akses jaringan transportasi kota, pemerintah membuat ring road atau jalan lingkar.

Soal hutan kota dan ruang terbuka hijau juga menjadi masukan sangat penting dalam diskusi, selian itu, bagaimana desa yang berada ditengah, diantara desa yang ditetapkan delineasi ruang kota, termasuk kemudian bertumbuhnya sarang walet, yang pasti peserta berharap kiranya RDTR tersebut, tak lagi menyisakan persoalan kedepan.

(Fhatur Anjasmara)

Bagikan
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "RDTR Mamuju Tengah, Melewati Konsultasi Publik"