Mamuju, Katinting.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Barat menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Ballroom Grand Maleo Mamuju, Sabtu, 27 April 2024.
Acara yang berlangsung pada Sabtu malam ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan kolaborasi para pemangku kepentingan dalam Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting.
Pj. Gubernur Sulbar, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, yang menutup Rakerda secara resmi, menekankan pentingnya perencanaan awal dalam suksesnya program tersebut.
“Program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting adalah tugas bersama yang penting karena berkaitan langsung dengan penduduk. Oleh sebab itu, saya tinggalkan banyak agenda di Makassar untuk hadir di sini,” ujar Prof. Zudan.
Kepala BKKBN Sulbar, Resky Murwanto, mengungkapkan bahwa Rakerda merupakan langkah lanjutan dari Rapat Kerja Nasional di Jakarta.
“Kegiatan ini adalah bentuk keseriusan kami dalam mendukung visi dan misi BKKBN untuk mewujudkan keluarga berkualitas dan pertumbuhan penduduk yang seimbang,” kata Resky.
Berdasarkan data BPS 2020, Provinsi Sulbar memasuki tahap awal periode Bonus Demografi dengan rasio ketergantungan 50,78 persen.
“Kami targetkan penurunan angka stunting sebesar 10 persen tahun ini,” tambah Prof. Zudan.
Resky juga menyampaikan bahwa meskipun prevalensi stunting telah turun 4,7 persen pada 2023, angka 30,3 persen masih menunjukkan kondisi yang kritis.
“Rakerda tahun ini diharapkan dapat menguatkan komitmen bersama dalam percepatan penurunan stunting di Bumi Malaqbi,” ujar Resky.
Acara tersebut juga melibatkan pendekatan PentaHelix, yang memasukkan lima stakeholder kunci: pemerintah, akademisi, industri, masyarakat, dan media, untuk menciptakan solusi inovatif dalam meningkatkan gizi dan kesehatan anak-anak di Sulbar.
(*)






