Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Proyek Workshop Las Bawah Air Terkendala Administrasi, Wali Kota Bontang Akan Temui Gubernur Kaltim

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni (menggunakan waskat)

Katinting.com, Bontang – Rencana pembangunan Workshop Las Bawah Air pertama di Kalimantan masih tertahan di meja administrasi. Meski dokumen hibah lahan telah diajukan oleh Pemerintah Kota Bontang, hingga kini belum ada penandatanganan resmi dari Gubernur Kalimantan Timur.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, tak tinggal diam. Ia menyatakan akan segera menjadwalkan pertemuan langsung dengan Gubernur Rudy Mas’ud untuk mempercepat proses yang dinilai krusial tersebut.

“Semua berkas dari kami sudah masuk. Tinggal menunggu persetujuan Pak Gubernur. Dalam waktu dekat, saya akan minta waktu untuk bertemu beliau,” ungkapnya, Rabu (30/7/2025).

Workshop Las Bawah Air tersebut merupakan proyek strategis milik UPTD Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Kota Bontang. Jika terealisasi, fasilitas tersebut akan menjadi yang ketiga di Indonesia dan satu-satunya di Kalimantan, sekaligus menjadi pusat pelatihan vokasi di bidang kelautan dan energi.

Pemerintah Kota Bontang telah menyiapkan lahan seluas 1.595 meter persegi di kawasan BLKI Bontang, Jalan Taman Prestasi, Kelurahan Bontang Lestari. Namun proses hibah dari kota ke provinsi menjadi syarat mutlak agar pembangunan yang dirancang mulai 2026 itu bisa berjalan.

Pembangunan workshop ini direncanakan berlangsung selama tiga tahun dengan skema anggaran multiyears. Pada tahap awal 2026, dana sebesar Rp 16 miliar telah dialokasikan, disusul dua tahap lanjutan masing-masing Rp 10 miliar pada 2027 dan 2028.

Wali Kota Neni menyebut, pemerintah daerah telah menyelesaikan seluruh persiapan teknis dan administratif di tingkat kota. Ia berharap pemerintah provinsi segera menindaklanjuti agar proyek ini tidak mengalami keterlambatan.

“Kalau semua selesai, kami siap mulai pembangunan. Workshop ini akan membuka peluang besar bagi peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal,” ujarnya. (Re)

Share: