Muhammad Idris saat sambuatan pada kegiatan Forum Perangkat Daerah T.A 2022 Sektor Perkebunan se-Sulbar. (Hms)
banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Sekprov Sulbar, Muhammad Idris mengapresiasi pelaksanaan Forum Perangkat Daerah T.A 2022 Sektor Perkebunan se-Sulbar sebagai rangkaian dari proses perencanaan untuk pembangunan perkebunan di Sulbar, terutama tersusunnya rumusan usulan program dan kegiatan Tahun 2023.

“Bagaimana kedisiplinan kita untuk mengikuti ketentuan yang ada, sehingga perencanaan yang kita susun itu sesuai ketentuan. Jadi baik kabupaten maupun provinsi kita sudah mulai berselancar lagi, dalam pengertian mencari kira-kira isu-isu penting dan kebijakan-kebijakan strategis utama apa yang kita ingin tuangkan di perencanaan OPD masing-masing. Kami dan kita semua di provinsi sebentar lagi akan menetapkan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) pengganti RPJMD,” kata Muhammad Idris. Rabu, 30 Maret 2022.

Masih kata Muhammad Idris, RPD ini nanti akan menjadi bentukan kawan-kawan di kabupaten untuk membangun koneksi nasional. Jadi kita ini adalah negara kesatuan, salah satu ukuran negara kesatuan tidak boleh macam-macam dengan program di pusat.

“Itu yang dirumuskan secara nasional wajib diterjemahkan oleh daerah, bahwa ada inovasi daerah itu untuk memperkaya sesuai dengan kebutuhan lokal, tetapi ketentuan pencapaian target nasionalnya itu tetap harus menjadi rujukan. Itulah kira-kira makna dari negara kesatuan kita ini dalam konteks perencanaan,” ucapnya.

Ia menuturkan, besar harapan bersama agar forum yang akan berlangsung selama dua hari itu mampu menyelaraskan perencanaan yang ada di provinsi dengan usulan program kegiatan kabupaten, untuk menjadi rencana kerja Dinas Perkebunan Sulbar Tahun 2023.

“Program kegiatan yang disepakati diharapkan menjadi solusi bagi tantangan dan masalah pembangunan perkebunan Sulbar ke depan,” tutupnya.

Sementara, Kepala Dinas Perkebunan Sulbar, Syamsul Ma’arif mengatakan, forum itu adalah forum inovasi baru dalam bidang perencanaan Dinas Perkebunan Sulbar, yang mana ke depannya pihaknya akan lebih fokus pada perkebunan yang berkelanjutan, dengan memprioritaskan lingkungan sebagai tempat pijaknya kebudayaan itu sendiri.

“Untuk tiga tahun ke depan kami akan mengajak teman-teman di kabupaten untuk fokus pada tiga komunitas yaitu kakao, kopi, dan kelapa plus kelapa sawit,”ucap Syamsul

Olehnya itu, Dia menyatakan, melalui forum itu akan berembuk bagaimana cara untuk mendesain perkebunan di Sulbar tetap memperhatikan asas-asas lingkungan itu sendiri.

Hadir dalam kegiatan itu, Tim Ahli dari Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Sulawesi Barat, Amran Arman dan Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Se-Sulbar, dan peserta lainnnya.

Adv. Diskominfopers Sulbar

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here