Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Presensi Dianggap Hal Kecil, Tapi Jadi Ukuran Integritas ASN  

Kepala BKPSDM Bontang, Sudi Priyanto

Katinting.com, Bontang – Pemerintah Kota Bontang tengah memperkuat budaya kerja profesional di lingkungan ASN, salah satunya melalui ketertiban presensi harian di aplikasi Bontang Prima. Data presensi bukan sekadar angka, melainkan bagian dari ukuran tanggung jawab seorang pegawai terhadap amanah pelayanan publik yang diembannya.

Kepala BKPSDM Kota Bontang, Sudi Priyanto, menyampaikan bahwa masih terdapat sejumlah pegawai yang hingga awal bulan belum memiliki keterangan presensi yang lengkap. Kondisi ini kemudian menjadi perhatian pemerintah, karena presensi memiliki kaitan langsung dengan evaluasi kinerja dan pemberian tunjangan.

“Sebetulnya kita semua ingin bekerja dengan baik. Kadang yang terjadi hanyalah kurang teliti atau lupa mengusulkan keterangan. Tetapi itu perlu kita perbaiki bersama,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).

Menurutnya, Pemkot memahami bahwa pegawai juga manusia yang memiliki kesibukan, urusan keluarga, dan situasi yang mungkin tidak terduga. Karena itu, langkah penanganan dilakukan dengan pendekatan perbaikan data terlebih dahulu, bukan langsung dengan sanksi.

Plt. Sekda telah mengirimkan surat klarifikasi ke perangkat daerah untuk memastikan keterangan presensi dilengkapi dengan benar. Di sisi lain, BKPSDM juga memberikan ruang bagi pegawai untuk menyampaikan alasan dan kelengkapan dokumen apabila memang terdapat kendala.

Meski demikian, Sudi tetap mengingatkan bahwa integritas bekerja salah satunya terlihat dari kehadiran dan kedisiplinan.

“Hal kecil seperti presensi ini, kalau kita lakukan dengan baik, sebenarnya sedang membentuk karakter kerja kita,” ucapnya.

Sudi juga menegaskan bahwa penjatuhan sanksi disiplin hanya diberlakukan jika terdapat ketidakhadiran tanpa keterangan atau alpa yang dilakukan dengan kesengajaan.

“Sanksi itu langkah terakhir, bukan tujuan,” tegasnya.

Ia berharap agar seluruh pegawai melihat presensi bukan sebagai rutinitas semata, tetapi sebagai bentuk rasa memiliki terhadap pekerjaan dan tanggung jawab pelayanan yang telah dipercayakan oleh masyarakat. (Re)

Share: