Mamasa, Katinting.com – Dari kirab kebudayaan menyambut HUT Mamasa ke 22 tahun, Pj Bupati Mamasa Dr Muhammad Zain menyampaikan pesan penting bagi semua elemen di Mamasa, pada Sabtu (09/03).
Dihadapan peserta kirab kebudayaan di Mamasa, Dr Muhammad Zain menyampaikan zaman sudah berubah, musim berganti, kegelapan tidak akan bisa diusir dengan kegelapan, hanya cahayalah yang bisa melakukannya.
“Karenanya Mamasa butuh effort, membangun kekeluargaan & persahabatan untuk Mamasa tercinta, ini akan membawa Mamasa menjadi salah daerah lebih baik di Sulbar” beber Dr. Zain penuh semangat.
Kirab kebudayaan yang diikuti tidak kurang dari 92 kelompok dari berbagai pemangku kepentingan di Mamasa menjelang Hari Ulan Tahun Mamasa ke 22 tahun, Dr Zain menambahkan pernyataan kebudayaannya bagi peserta, bahwa tidak kurang dari 400 jenis anggrek yang tumbuh di bumi,
“Hanya kita temukan di Bumi Kondosapata Mamasa, berdampingan dengan sejumlah potensi wisata yang ada di Mamasa, mulai Air Terjun Mambulilling air Terjun tertinggi di Sulawesi, air terjun Sarambu liawan, Gunung Gandang Dewata destinasi pendaki gunung tersulit di Indonesia untuk ditaklukkan” ungkap Dr Zain.
Lalu Ia pun menuturkan dengan motto The New Mamasa Bersih Melayani, yang berarti tidak ada perbedaan di negara maju dan negara miskin, sebab perbedaannya hanya ada satu.
“Perbedaan itu dilihat dari tata kelola dan manajemen yang medern” tutur Dr Zain.
Karenanya, dikesempatan pernyataan kebudayaan tersebut, Ia mengajak semua elemen stakeholder di Mamasa, membangun Mamasa dengan prinsip Mamase, saling menghormati, saling menyayangi dan saling memartabatkan.
“Anda bisa lihat itu, jika membelah dada saya, anda hanya akan menemui satu kalimat indah, aku cinta Mamasa. Mai miki sikamase-mase, si Tayuk sipakasalle Sirande maya-maya. Mesa kada’ dipotuo, pantan kada’ dipomate,” tutup Zain. (Saldi/Editor Fhatur Anjasmara)






