Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Pesan Todilalilng Menjadi Semangat Tata Kelola Pemerintahan SDK-JSM

Pasangan Nomor 3 – Suhardi Duka dan Salim S Mengga saat debat publik kedua Pilkada Sulbar. (*)

Mamuju, Katinting.com – Debat kedua pemilihan Gubernur Sulawesi Barat pada malam ini ditutup dengan sebuah momen penuh makna saat calon Wakil Gubernur pasangan SDK-JSM, Junda Ma’ruf (JSM), memberikan closing statement yang menyihir para audiens. Dengan tegas dan khidmat, JSM menyampaikan bahwa semangat kepemimpinan pasangan SDK-JSM akan berlandaskan pada pesan Todilalilng dari I Manyambungi, yang berisi pesan moral luhur tentang prinsip kepemimpinan.

Dalam penutupannya, JSM mengutip pesan yang disampaikan oleh I Manyambungi sebelum wafat:

“Madzondong duambongi anna matea’, mau’ ana’u, mau’ appou, damuannai menjari mara’dia, mua Tania tonamaasayangi paqbanua, damuannai dai’ dipe’uluang mua’ masuangi pulu-pulunna, mato’dori kedona, apa’ iamo tu’u namarruppu-ruppu lita’.”

Pesan ini, yang diterjemahkan oleh Profesor Darmawan Masud, bermakna mendalam:

“Besok atau lusa manakala saya mangkat, walau dia putraku ataupun cucuku, janganlah hendaknya diangkat menjadi Raja (baca: pemimpin), kalau dia tidak mencintai tanah air dan tidak membela nasib rakyat kecil. Jangan pula mengangkat seorang Raja bila ia mempunyai tutur kata, perbuatan, dan tindakan kasar, karena orang seperti itulah yang akan menghancurkan negeri.”

Menurut JSM, pesan Todilalilng ini akan menjadi ruh dari tata kelola pemerintahan yang dibangun SDK-JSM jika mereka dipercaya memimpin Sulawesi Barat. Ia menekankan bahwa seorang pemimpin sejati adalah mereka yang tulus mencintai rakyat, menjaga tanah kelahirannya, dan berkomitmen untuk membawa kesejahteraan, tanpa meninggalkan sikap kasih sayang dan penghormatan terhadap sesama.

“Prinsip ini akan menjadi pondasi utama tata kelola pemerintahan kami. Kami berjanji untuk menjadikan Sulawesi Barat sebagai rumah yang penuh kasih sayang, adil, dan sejahtera bagi semua, sebagaimana pesan Todilalilng yang mengedepankan kepemimpinan yang merakyat, beretika, dan peduli pada nasib rakyat kecil,” ucap JSM di hadapan para audiens dengan penuh keteguhan.

Closing statement ini seolah menjadi penegasan bagi pasangan SDK-JSM bahwa komitmen mereka bukan hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembangunan moral dan etika dalam kepemimpinan. Dengan gaya penyampaian yang tenang namun penuh keyakinan, JSM berhasil menyentuh hati audiens dan mempertegas visi pasangan ini untuk Sulawesi Barat yang lebih maju, sejahtera, dan beradab.

Melalui pesan ini, SDK-JSM ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa mereka siap memimpin Sulawesi Barat dengan semangat Todilalilng sebagai pedoman. Mereka berkomitmen untuk tidak hanya mengedepankan kesejahteraan, tetapi juga menjaga kepercayaan rakyat dengan pemerintahan yang transparan, bersih, dan berorientasi pada kepentingan rakyat kecil.

Penampilan JSM yang membakar semangat serta menguatkan visi ini menuai apresiasi luas dari audiens yang hadir. Dengan pesan yang begitu mendalam, SDK-JSM menegaskan bahwa mereka membawa harapan dan tekad untuk membangun Sulawesi Barat yang lebih bermartabat, dengan menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama. (Rls)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat