Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Persentase Vaksin di Mamasa Baru 13,4 Persen, Bupati : Stok Terbatas

Bupati Mamasa, Ramlan Badawi bawakan sambutan di HUT Kabupaten Mamasa ke-19 tahun. (Dok. Nelpan)

Mamasa, Katinting.com – Bupati Mamasa, Ramlan Badawi mengeluhkan stok vaksin Covid-19 yang masuk di Kabupaten Mamasa. Dia menuturkan persentase vaksin di Bumi Kondosapata’ baru mencapai 13,4 persen.

“Jadi selalu kita kewalahan kita mau genjot sampai 50 persen hanya persoalan nya vaksin terbatas,” kata Bupati Mamasa diwawancarai Kantinting.com, Selasa (20/7).

Bupati yang juga Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Mamasa ini mengatakan vaksin yang di drop ke kabupaten Mamasa langsung di salurkan ke tiap-tiap daerah sehingga tidak ada yang tersisa. Hanya saja kurangnya dropping baik dari Pemerintah Provinsi maupun Pusat.

“Makanya itu yang kami perjuangkan selaku satgas ketingkat provinsi dan pusat supaya secepatnya setiap ada vaksin cepat di drop ke daerah-daerah supaya vaksinator cepat melakukan pelayanan untuk vaksin,” sebutnya.

“Dengan demikian kalau masyarakat banyak yang di vaksin berarti kekebalan tubuh atau imun membaik, mudah-mudahan tidak mudah du serang (Covid-19). Toh kalau di serang, mereka tidak terlalu parah,” sambungnya.

Olehnya itu langkah yang dilakukan Satgas Covid-19 Mamasa saat ini bagaimana melakukan kerjasama yang baik antara Satgas Kabupaten sampai Satgas tingkat Desa.

“Kalau itu dilakukan secara terus-menerus dalam bentuk kekompakan dan kebersamaan insyaallah Covid-19 di Mamasa tidak akan begitu banyak,” ujarnya.

Data dari Satgas Covid-19 Sulbar per tanggal 21 Juli 2021, total keseluruhan masyarakat yang terpapar Covid-19 sebanyak 658 orang dengan rincian, dirawat 6 orang, 277 orang menjalani isolasi mandiri, sembuh 368 orang dan 6 orang meninggal dunia.

“Itu tersebar di beberapa kecamatan yang besar seperti di Sumarorong, Mamasa, Tawalian, Bambang, dan Tabulahan. Mamasa itu tempatnya yang paling dominan, kemudian menyusul baru-baru ini Pana’,” katanya.

Olehnya itu, Bupati Mamasa meminta kepada masyarakat untuk betul-betul menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, dia juga meminta kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Mamasa agar tetap melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Hanya satu kuncinya adalah kesadaran seluruh elemen tentang Covid-19 bahwa bagaimana pun ini virus yang sampai sekarang belum ada obatnya tidak boleh dipandang enteng. Dan harus kita waspadai dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.

(Zulkifli)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat