Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Penyuluhan Peternak Kambing Ramah Lingkungan: PKM Unasman Dorong Fermentasi Daun Jati dan Biourin Jadi Solusi

Polewali Mandar, Katinting.com – Dalam menghadapi musim kemarau yang memperparah keterbatasan pakan dan sumber air bagi peternak kambing, solusi inovatif berbasis ramah lingkungan diperkenalkan melalui penyuluhan di Kelurahan Ammasangan, Kecamatan Binuang. Inisiatif ini dipimpin oleh Dr. Ir. Andi Tenri Bau Astuti Mahmud, S.Pt., M.Si., IPM, bersama tim yang terdiri dari Muh. Arman Yamin Pagala, SP., MP., dan Sri Ningsih, SKM., M.Kes., serta pemateri Santi, S.Pt., M.Si dan mahasiswa MBKM.

Kegiatan ini dilaksanakan bersama Kelompok Tani Ternak Kayu Colo yang diketuai oleh A. Patahan, dengan dukungan dari hibah Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Dirjendiktiristek, Kemdikbudristek yang diperoleh Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman).

Dr. Andi Tenri, ketua pelaksana, menyampaikan bahwa tantangan peternakan kambing akibat kekeringan yang disebabkan oleh fenomena El Nino memerlukan pendekatan inovatif. Dua solusi yang diperkenalkan adalah pakan fermentasi daun jati dan pengolahan urin kambing menjadi pupuk cair (biourin), yang tidak hanya mendukung ketahanan pangan ternak tetapi juga menjaga lingkungan.

“Pakan fermentasi menggunakan mikroba dapat meningkatkan kualitas nutrisi dan kecernaan bahan pakan, menjadikannya solusi efektif dalam peternakan,” ujar Santi. Teknik ini penting untuk meningkatkan produktivitas kambing selama masa sulit.

Selain itu, program ini juga mengajarkan teknik praktis pengolahan biourin dari urin kambing untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan mengubahnya menjadi pupuk cair yang bernilai. Muh. Arman Yamin menjelaskan, “Urin kambing bisa diolah menjadi pupuk organik cair dengan fermentasi selama 7 hari, yang mengandung nitrogen, fosfat, dan kalium, penting untuk pertumbuhan tanaman.”

Sri Ningsih menambahkan bahwa pentingnya memperhatikan faktor kesehatan lingkungan dalam peternakan, seperti desain kandang yang mudah dibersihkan dan pengolahan limbah ternak untuk mengurangi dampak negatif pada masyarakat sekitar.

Melalui pelatihan ini, para peternak dibekali dengan keterampilan untuk menerapkan praktik peternakan berkelanjutan yang meningkatkan produktivitas ternak sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan secara bertahap, dimulai dengan penyuluhan konsep peternakan ramah lingkungan, diikuti dengan pelatihan pembuatan pakan fermentasi dari daun jati dan biourin dari urin kambing. Para peternak setempat kini diharapkan mampu menerapkan inovasi ini untuk meningkatkan kesejahteraan dan menjaga kelestarian lingkungan. (*/Ed:Anhar)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat