Katinting.com, Bontang – Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang, Heri Keswanto, mendorong agar semua pihak terlibat secara aktif dalam menyelesaikan persoalan pascapenutupan Universitas Trunajaya (Unijaya) Bontang. Menurutnya, kerja sama antara yayasan, pemerintah, dan pihak kampus lain sangat penting agar masa depan mahasiswa tidak terputus.
Seperti diktahui, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI resmi mencabut izin operasional Unijaya berdasarkan Keputusan Menteri Nomor 442/B/O/2025 tertanggal 11 Juni 2025. Hal ini menimbulkan keresahan di kalangan mahasiswa dan masyarakat luas.
“Ini bukan sekadar kabar buruk. Ini situasi yang butuh kolaborasi semua pihak agar mahasiswa tidak jadi korban,” kata Heri, Senin (23/6/2025).
Heri menegaskan, yayasan sebagai pengelola utama kampus harus bersikap terbuka terhadap proses penyelesaian, terutama dalam hal koordinasi dengan pemerintah. Keterbukaan inilah yang akan membuka jalan bagi skema bantuan dan transfer mahasiswa ke perguruan tinggi lain.
“Pemerintah sudah menawarkan opsi kerja sama dengan kampus lain, tapi tidak akan efektif jika yayasannya tertutup. Kuncinya ada di komunikasi yang jujur dan terbuka,” ujarnya.
Meski secara hukum tanggung jawab utama berada di pihak yayasan, DPRD menilai pemerintah tetap memiliki peran penting sebagai fasilitator. Fokus utama saat ini adalah menjamin hak pendidikan mahasiswa tetap terpenuhi meski harus melewati masa transisi.
Ia juga mengimbau agar mahasiswa tetap bersikap bijak dan realistis dalam menghadapi proses pemindahan. Penyesuaian seperti pengulangan mata kuliah atau adaptasi kurikulum harus diterima sebagai bagian dari solusi jangka panjang.
“Ini bukan kondisi normal. Harus ada kompromi. Tidak semua bisa dipenuhi oleh pemerintah atau yayasan dalam waktu cepat,” ucap dia.
Lebih jauh, ia berharap mahasiswa tidak terpancing untuk mengajukan tuntutan yang melampaui kemampuan institusi, agar langkah-langkah penyelamatan pendidikan bisa dilakukan secara terukur dan efektif.
“Kalau semua saling menekan, solusi tidak akan jalan. Yang penting sekarang bagaimana nasib mahasiswa tidak terhenti,” tutupnya. (Adv/Re)






