Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Pencarian Dua Orang Warga Babana, Terkendala Cuaca Extrem, Sigit Dwi Hastono: Tim pencari yang turun, semua masih nihil

Kepala BPBD Mamuju Tengah Sigit Dwi Hastono, saat membriefing tim pencari sesaat sebelum ke lokasi pencarian. (dok Ist)

Mamuju Tengah, Katinting.com – Dua orang warga Desa Babana, Kecamatan Budong – Budong, Kabupaten Mamuju Tengah, yang dinyatakan saat ini hilang dan sedang dalam pencarian di perairan selat Makassar, belum ditemukan.

Dari Pusat Data & Informasi (Pusdatin) BPBD Mamuju Tengah, dilaporkan jika pencarian oleh tim pencari gabungan dari berbagai institusi rescue dan organisasi rescue, pada dua orang nelayan dari Desa Babana, tidak berhasil mengindentifikasi posisi rumpon yang ditempati keduanya, saat terputus dari tali pemberatnya, usai ditabrak tanker, pada Selasa (31/12).

Masih dari laporan Pusdatin BPBD Mamuju Tengah, juga terungkap kalau kondisi cuaca extrem di rute pencarian juga menjadi kendala tim pencari, sehingga tidak maksimal dalam proses pencarian.

Baca juga: Rumpon Tertabrak Kapal Tanker, Dua Warga Mamuju Tengah Dinyatakan Hilang Saat ini

Saat dihubungi, Kepala BPBD Mamuju Tengah Sigit Dwi Hastono, membenarkan kalau pencarian hari pertama pada dua nelayan warga Babana, masih nihil, sebab tim gabungan yang melakukan pencarian, mulai pagi tadi, Kamis (02/01) ditarik kembali ke posko induk.

“Jadi kami tarik mundur, sebab tim pencari dihadang cuaca extrem, ombak besar serta angin kencang, termasuk dari SAR Mamuju, yang rencana ke titik awal rumpon, juga kembali kedaratan” jelas Sigit.

Ia juga mengungkapkan bahwa dengan melihat kondisi cuaca extrem, SAR Mamuju mengganti armada yang digunakan dengan armada kapal konstruksi besi, yang tahan terhadap ombak besar.

“Dan kapalnya baru akan merapat ke Pelabuhan Babana, Budong – Budong, malam ini, untuk bergabung kembali Bersama di posko induk, guna memulai pencarian kembali esok pagi” ungkap Sigit.

Ditambahkan, salah satu tim pencari merupakan relawan dari masyarakat nelayan di Babana, yang dikoordinir oleh Kepalda Desa Babana, juga hari ini melakukan pencarian dengan kapal kayu, hingga Benggaulu, tapi juga kembali karena cuaca extrem.

“Sehingga dengan kondisi cuaca extrem yang dihadapi rekan – rekan pencari, disimpulkan kalau pencarian yang berlangsung hanya sampai siang atau tengah hari tadi, oleh semua tim pencari yang turun, semua masih nihil” imbuh Sigit

Karenanya, jika tak ada aral merintang, pencarian baru akan kembali dilakukan besok pagi, Jumat (03/01), oleh tim pencari gabungan.

“Sebab kami mohon doanya, kiranya saudara kita yang dinyatakan hilang, dapat ditemukan kembali, dan para tim pencari juga tidak mengalami kendala dalam proses pencarian” pungkas Sigit. (Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat