Katinting.com, Bontang – Kepala BKPSDM Bontang, Sudi Priyanto, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bontang dalam membangun sistem Manajemen Talenta ASN yang terstruktur dan berkelanjutan. Hal ini ia sampaikan saat memberikan pembekalan dalam Latsar CPNS Angkatan V dan VI Puslatjar SKPP LAN, Rabu (5/11/2025).
Ia menerangkan bahwa manajemen talenta bukan hanya memetakan kompetensi ASN, tetapi juga menyiapkan kader-kader pimpinan yang memiliki kinerja, integritas, dan kompetensi unggul.
“Kita tidak boleh hanya mengisi jabatan. Kita harus menyiapkan orang yang tepat untuk posisi yang tepat,” ujarnya.
Pemkot Bontang saat ini menjalankan Manajemen Talenta sesuai regulasi nasional melalui Permen PANRB Nomor 3 Tahun 2020 dan Kepka BKN Nomor 411 Tahun 2025. Implementasinya melalui tiga pilar utama: kelembagaan, sistem informasi, dan desain manajemen talenta.
Pada Pilar Kelembagaan, Pemkot telah membentuk tim kerja pengelola talenta hingga komite talenta untuk memastikan proses berjalan objektif dan transparan. Regulasi internal juga disusun agar manajemen talenta memiliki dasar hukum yang kuat.
Untuk Pilar Sistem Informasi, Pemkot Bontang menggunakan SIMATA BKN yang terintegrasi dengan SIASN, sistem kinerja, dan sistem manajemen SDM lainnya. Integrasi ini memudahkan proses penilaian, pemetaan kinerja, dan analisis kebutuhan posisi strategis.
Sementara pada Pilar Desain, Pemkot telah menyusun peta kebutuhan jabatan strategis, parameter penilaian potensi, hingga kelompok rencana suksesi (succession plan) bagi ASN yang siap diproyeksikan ke posisi manajerial.
“Ini bukan sekadar administrasi. Ini investasi kepemimpinan jangka panjang,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa Latsar adalah titik awal pembentukan karakter talenta ASN.
“Hari ini kalian peserta, besok kalian pelaksana teknis, beberapa tahun kemudian kalian bisa menjadi kepala bidang, kepala dinas, bahkan Sekda. Semua itu dimulai dari kesiapan membangun kapasitas sejak sekarang,” pesannya.
Melalui penguatan sistem manajemen talenta, Pemkot Bontang berharap tercipta birokrasi yang adaptif, inovatif, dan berorientasi hasil.
“Kita ingin ASN Bontang bukan hanya bekerja baik, tetapi menjadi yang terbaik,” tutupnha. (Re)






