Mamuju, Katinting.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamuju menggelar rapat paripurna peringatan Hari Jadi Mamuju ke-483, di gedung DPRD Mamuju, Jumat (14/7/23).
Rapat paripurna, itu di pimpin leh Ketua DPRD Mamuju, Aswar Ansyari Habsi didampingi Wakil Ketua I, Syamsuddin Hatta, Wakil Ketua II, Andi Dodi dan dihadiri langsung oleh Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi, Serta Perwakilan Pemprov Subar, Jamil Barambangi.
Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi dalam sambutannya menuturkan, semoga antusiasme dalam memeriahkan hari yang sangat istimewa ini dapat menjadi spirit baru untuk meneruskan asa melanjutkan pembangunan untuk mewujudkan kemajuan di bumi Manakarra.
Bupati menyampaikan dalam bahasa Mamuju “Pasu’be kalogaang katuoang todiangngatang, ampe mampakatottong kasiolaang iatopakasiamakang, niporannu menjari pandulang, mambangong anu’manannungang, talli’ mampata’le Mamuju Keren.
“Demikian tema central dalam peringatan hari jadi mamuju kali ini, yang secara umum memiliki makna Hadirkan kemajuan ekonomi kerakyatan, dengan memperkuat sinergi dan soliditas, guna mendukung pembangunan yang berkelanjutan, demi mewujudkan Mamuju Keren,” sebut Bupati dalam sambutannya.
Katanya, berangkat dari tema tersebut, dapat menjadi cerminan betapa kita semua memiliki harapan dan motivasi yang kuat untuk menghadirkan kemajuan, meskipun pada kenyataannya kita telah menghadapi berbagai tantangan yang begitu berat di dua tahun terakhir dan membuat kita harus meniti dari awal atas upaya kita mencapai segala harapan yang diinginkan.
“Once you choose hope, anything is possible. Jika kita memiliki harapan, maka tidak ada yang tidak mungkin. Ini adalah sepenggal kalimat bijak yang saat ini dapat menggambarkankeberhasilan kita dalam mencapai sejumlah catatan positif ditengah tantangan yang terus kita hadapi dewasa ini,” sebutnya.
Dia memaparkan, secara statistik, Kabupaten Mamuju yang juga menjadi pusat pemerintahan provinsi Sulbar mengalami berbagai kemajuan dalam berbagai bidang kehidupan serta tatanan pemerintahan yang mendapat atensi dan apresiasi dari sejumlah otoritas yang memiliki kompetensi sesuai segmentasi masing-masing.
Adapun beberapa capaian pembangunan yang disampaikan, antara lain; dari indikator makro. Kabupaten mamuju secara statistik telah menunjukkan sejumlah trend yang sangat positif, diantaranya tergambar dari pertumbuhan ekonomi yang mengalami peningkatan sebesar 5,44 persen. Demikian halnya dengan indeks pembangunan manusia (IPM) yang juga telah mengalami peningkatan menjadi 68,88 persen atau sebesar 0,73 persen.
“Hal yang sama juga terlihat dari pendapatan perkapita masyarakat Mamuju yang juga mengalami peningkatan sebesar 8,14 juta rupiah, yang jika dipersentase dari semula hanya 38,71 persen meningkat menjadi 46,85 persen ditahun 2022,” urainya.
Selaras dengan hal itu, dari aspek pengelolaan pemerintahan daerah, juga telah mampu menghadirkan sejumlah catatan penting yang mengindikasi upaya menghadirkan good and clean governance telah berada di track yang benar, hal itu ditandai dengan beberapa keberhasilan seperti, kewajiban melaksanakan pengelolaan keuangan negara berdasarkan standar kepatuhan terhadap perundang-undangan.
“Secara berturut-turut kita telah menerima predikat tertinggi wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK RI, yang mengindikasi pengelolaan keuangan daerah telah berjalan dengan baik,” ungkapnya.
“Dan salah satu yang diluar dugaan dan espektasi kita, di tahun 2023 ini, kabupaten mamuju menjadi daerah dengan catatan pengendalian inflasi terendah di indonesia.
Dengan hitungan years on years tahun 2023 terhadap tahun 2022, kita mencatatkan angka inflasi 2,27 persen. Angka ini bahkan lebih rendah dari inflasi secara nasional sebesar 4,33 persen,” sambungnya.
Dia menuturkan, kondisi tersebut setidaknya mengindikasi bahwa stabilitas ekonomi di Kabupaten Mamuju sebagai Ibu Kota provinsi Sulbar masih tetap terjaga, ditunjang ketersediaan sejumlah komoditi dan daya beli masyarakat yang juga masih cukup baik.
Hal tersebut tentu tidak terlepas dari kerja keras dan komitmen yang kuat dari semua unsur forkopimda, lembaga legislatif, maupun sejumlah stakeholders terkait terutama dalam mengintervensi sejumlah sektor penyumbang inflasi yang secara rutin kita lakukan, mulai dari operasi pangan murah, sampai pada pemberian bantuan untuk menstimulasi sektor-sektor yang rawan menjadi penyumbang inflasi seperti pertanian, perkebunan hingga sektor kelautan dan perikanan.
Hal lain berupa harapan untuk menghadirkan layanan kesehatan gratis yang juga menjadi substansi utama dalam pengejawantahan visi Mamuju Keren telah mampu wujudkan melalui kepesertaan BPJS kesehatan yang dibiayai dari APBD Mamuju untuk menghadirkan universal healt of coverage (UHC).
“Dan hasilnya kita telah mampu menjamin sebanyak 280.674 jiwa dari total 282.033 jiwa masyarakat mamuju, atau sebesar 99,95 persen masyarakat telah kita jamin dapat menerima layanan kesehatan gratis,” sebut Bupati perempuan pertama di Mamuju itu.
Masih dalam dimensi kesehatan sebagai kebutuhan dasar masyarakat yang terus diprioritaskan, pihaknya juga telah mulai merealisasi pengandaan mobil ambulance yang ditargetkan dapat dimiliki tiap desa di kabupaten Mamuju. Meskipun dengan berbagai keterbatasan, Pemkab telah mulai menyerahkan belasan unit ambulance yang diberikan kepada Pemerintah Desa, agar penggunaannya dapat lebih dinamis dalam melayani masyarakat.
Di aspek yang lain, pada sektor pertanian sebagai sektor unggulan yang selalu menjadi perhatian. Telah terjadi sejumlah kemajuan yang ditandai beberapa catatan yang cukup baik, diantaranya tingkat produksi beras yang telah mengalami surplus pada tahun 2022 sebesar 6.850 ton, yang didukung terjadinya peningkatan produksi padi 1.211 ton dan produksi beras 696 ton yang dihitung dari 2021 ke 2022.
Kemajuan sektor ini tentu tidak terlepas dari kolaborasi bersama berbagai tingkatan pemerintahan, mulai dari kabupaten, provinsi hingga ketingkat pusat yang telah bersinergi dalam mendorong program konkret dan dirasakan langsung oleh masyarakat terutama kepada para petani, mulai dari pemberian bantuan alsintan, sampai pada pembangunan jaringan irigasi dan pengadaan bibit dan benih, yang nilainya telah mencapai ratusan milyar rupiah.
Dari aspek penguatan dan peningkatan kapasitas sumberdaya birokrasi, sekaligus menjadi upaya untuk meningkatkan kesejahtraan aparatur, pihaknya juga telah melakukan rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dengan jumlah mencapai 1419 orang dengan rincian masing-masing tenaga guru 1.112 orang yang diangat dalam dua tahun terakhir, dan tenaga kesehatan sebanyak 223 orang.
“Semua PPPK yang telah kita SK kan ini kita biayai melalui APBD Mamuju, dengan anggaran yang cukup besar dan penyesuaian terhadap kebutuhan prioritas lainnya.
Namun kesemuanya tentu kita lakukan dengan niat yang baik guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,sekaligus menjadi langkah terpadu dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik terutama pada dimensi pendiidkan dan kesehatan,” ujar Bupati.
Dia mengungkapkan, meski berbagai catatan positif telah mampu ditorehkan, namun disisi lain ia juga harus mengakui, masih terdapat sejumlah kekurangan dan tugas berat yang menanti untuk dituntaskan secara bersama-sama. Mulai dari angka kemiskinan yang masih sangat memerlukan perhatian, sampai pada persoalan stunting dan pernikahan usia anak yang terbilang masih cukup tinggi juga harus diprioritaskan.
“Saya percaya dengan semangat dan rasa kebersamaan serta rasa memiliki terhadap daerah ini, kita akan mampu menyatukan semua potensi yang kita miliki yang pada akhirnya akan menjadi kekuatan untuk mendorong kemajuan di bumi manakarra.
Bisse saradi sitimangngi, lanto siri disikammungi. Mari bersatu padu melanjutkan pembangunan untuk menghadirkan Mamuju Keren sebagai asa yang selalu ingin kita raih demi masyarakat mamuju yang lebih baik,” tutupnya.
(Advertorial)






