Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Musrenbangda RKPD, Pemkab Pasangkayu Pacu Pertumbuhan Ekonomi

Foto bersama dalam kegiatan Musrenbangda RKPD Kabupaten Pasangkayu

Pasangkayu, Katinting.com – Pemerintah Kabupaten Pasangkayu melaksanakan Musyawaran Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbangda) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Pasangkayu 2019 di salah satu hotel di kota pasangkayu dengan tema ‘Mapankan Pembangunan Infrastruktur dan Daya Saing Sumber Daya untuk Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang Berkualitas’.

Musrenbang merupakan suatu wadah untuk memberikan ruang kepada masyarakat dalam berperan aktif mengawal dan menentukan arah pembangunan daerah serta merupakan pendekatan secara Bottom-up (bawah keatas) yang menyusun prioritas usulan dari masyarakat dengan mengkategorikan berdasarkan urusan dan alokasi anggaran, yang sebelumnya telah diawali dengan rangkaian Musrenbang tingkat Dusun, Desa, Kelurahan dan Kecamatan, tingkat Kabupaten.

Musrenbangda RKPD Kabupaten Pasangkayu ini dibuka oleh Bupati yang di wakili oleh Asisten Bidang Pemerintahan Dan Kesra Kabupaten Pasangkayu, yang dihadiri Gubernur Sulawesi Barat yang diwakili Staf ahli bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Provinsi Sulbar, anggota DPRD Sulbar, Kepala Bappeda Sulbar, Ketua DPRD Pasangkayu, Wakil Ketua DPRD Pasangkayu, Anggota DPRD Pasangkayu, unsur Muspida Kabupaten Pasangkayu, serta jajaran OPD Pemerintahan se-Kabupaten Pasangkayu dan tokoh masyarakat dari berbagai kalangan.

Kepala Bappeda Litbang Firman, S.Pi,. MP., dalam laporan kegiatan tersebut menjabarkan tentang tahapan penyusunan RKPD tahun 2019 berdasarkan permendagri 86 tahun 2017. “Berdasarkan arahan tema RPJMD bahwa ditahun 2019 merupakan tahun ketiga menekankan pada kesejahteraan dan ekonomi masyarakat yang didukung infrastruktur, oleh karena itu Pemkab Pasangkayu memantapkan tema Pembangunan yaitu Mapankan Pembangunan Infrastruktur dan Daya Saing Sumberdaya untuk Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas, hal ini untuk tetap menata bagaimana Pasangkayu Baru, Pasangkayu Bangkit”.

Lanjut Firman mengatakan, Bapak Bupati Pasangkayu telah memberikan tagline dalam pelaksanaan perencanaan pembangunan di tahun 2019 yaitu Pasangkayu Baru, Pasangkayu Bangkit. Tagline ini bukan lahir begitu saja, tetapi didasari pada pertimbangan dan analisis. Bahwa akhir-akhir ini dari evaluasi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pasangkayu telah mengalami penurunan, dari 16,40 persen di tahun 2014, 8,8  persen ditahun 2015, dan pada tahun 2016 menjadi 4,03 persen. Ini berarti bahwa di tahun 2018–2019 merupakan adanya kebangkitan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi. Estetika Kabupaten Pasangkayu perlu ditingkatkan, sehingga format pemaparan konseptual infrastruktur kota itu harus menjadi bagian dalam bentuk tagline Pasangkayu Bangkit.

Firman juga menyebutkan sistem pemerintahan daerah yang perlu ditata kembali, diciptakan sesempurna mungkin dalam penataan sistem pemerintahan secara vertikal maupun horizontal. Oleh karena itu bapak bupati menekankan kepada kami bahwa hendaknya didalam penyusunan perencanaan itu berbasis pada tagline pasangkayu bangkit.

“Pasangkayu bangkit ini juga merupakan manifestasi dari pendekatan secara nasional  dan merupakan kepanjangan dari pembangunan kawasan secara terintegrasi dan terpadu melalui pendekatan bangkit. Oleh karena itu berdasarkan tagline inilah Bappeda Litbang bersama seluruh Kepala OPD Pasangkayu menetapkan program kegiatan secara fokus, tuntas dan bermanfaat, dengan tagline ini pula semangat kebersamaan dan keberagaman  yang telah diukur KAP-KP (Komite Aksi Pembentukan-Kabupaten Pasangkayu) didalam pembentukan Kabupaten Pasangkayu.

Oleh karena itu pendekatan bangkit ini merupakan tindak lanjut dari 20 program kabupaten pasangkayu yaitu sanggayu smart, dengan dasar inilah Bappeda Litbang bersama Tim melakukan penyusunan kegiatan pada rencana kegiatan pembangunan tahun 2019  sesuai dengan arahan yakni FOKUS, TUNTAS dan bermanfaat.

“Sasaran RPJMD untuk tahun 2019 pertumbuhan ekonomi akan dinaikan menjadi 6-8 persen, dan pendapatan perkapita 53 juta dan 56 juta, tingkat kemiskinan akan berada pada 3-4 persen, dan untuk tingkat pengangguran terbuka dikisaran 2 – 4 persen dan IPM 65 – 66 persen,” tutur Firman.

Mewakili Gubernur Sulbar, Staf ahli bidang pemerintahan, hukum dan politik Provinsi Sulbar Drs. H. Ibrohim, M.Si. mengatakan, Musrenbang Kabupaten Pasangkayu pada hari ini yang mana telah sesuai dengan jadwal dan mekanisme yang termuat dalam Permendagri 86 tahun 2017, semoga kehadiran dan kebersamaan kita, dapat menciptakan sinergritas dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat Kabupaten Pasangkayu.

“Penyelenggaraan Murenbangda merupakan salah satu tahapan yang sangat penting dalam proses penyusunan RKPD Provinsi maupun kabupaten yang merupakan pelaksanaan amanat UU nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional dan UU 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah. Sebagai suatu amanah tentunya dalam pelaksanaan Musrenbang ini menjadi kewajiban untuk kita laksanakan secara baik dan bertanggung jawab.

Konsep perencanaan pembangunan telah mengalami perubahan dimana berdasarkan peraturan pemertintah nomor 17 tahun 2017 tentang sinkronisasi proses perencanaan penganggaran pembangunan nasional bahwa perencanaan saat ini dilakukan melalui kebijakan money follow program prioritas melalui 4 pendekatan yang dicapai yaitu Tematik, Holistik, Integratif dan Spasial.

Pembangunan yang dilaksanakan oleh kabupaten telah sejalan dengan arah kebijakan pembangunan Provinsi Sulbar sehingga keberhasilan pembangunan yang kita capai saat ini merupakan andil dari seluruh kabupaten di Sulbar berbagai capaian pembangunan masing-masing kabupaten termasuk Kabupaten Pasangkayu telah memberikan hasil yang baik serta secara real berkontribusi terhadap capaian kinerja makro pembangunan Sulbar. Pungkas Ibrohim.

Mewakili Bupati Pasangkayu, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra, H. Makmur SE.,M.Si. mengatakan, ada beberapa penyampian dari Kepala Bappeda Litbang bahwa ada beberapa pelaksanaan kegiatan pembangunan di Kabupaten Pasangkayu yang sangat menggembirakan antara lain adalah peningkatan IPM dan penurunan tingkat kemiskinan dan perlu kita pikirkan bersama bagaimana untuk meningkatkan tingkat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pasangkayu.

“Yang sudah bagus kita pertahankan, bahkan kita tingkatkan tetapi yang menurun harus kita sama–sama merumuskan langkah apa yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pasangkayu sehingga bisa bangkit, sebagaimana tagline pemerintah yang disampaikan oleh Kepala Bappeda Litbang yakni Pasangkayu Bangkit,” ucapnya.

Makmur juga meminta kepada Gubernur Sulbar agar melanjutkan pengembangan pembangunan infrastruktur yang ada di Bantalaka yang hingga kini belum bisa digunakan oleh masyarakat. Sebab jika hal tersebut dilanjutkan maka masyarakat petani bisa menikmati pembangunan inrastruktur yang telah dibangun oleh pemerintah.

“Kepada Pimpinan OPD,  adanya perbaikan di dalam sistem pemerintahan daerah tingkatkan koordinasi dan sinkronisasi dalam rangka pelaksanaan kegiatan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan sehingga program NAWA JIWA dapat terwujud sesuai dengan RPJMD Kabupaten Pasangkayu.” Tutup H. Makmur, mewakili Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa.

(ADVERTORIAL/JS)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat