Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Mewujudkan KLA, Kewajiban Bersama

Pelaksanaan rapat evaluasi Rencana Aksi Daerah (RAD) Kabupaten Layak Anak (KLA) di Mamuju Tengah. (Dok. Fhatur Anjasmara)

 

 

Mateng, Katinting.com – Pemerintah kabupaten Mamuju Tengah, terus mendorong, Bumi Lalla Tassisara ini, menjadi kawasan Kabupaten Layak Anak (KLA), sebagaimana diamanahkan UU No.35 Tahun 2014 perubahan atas UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Karenanya daerah pemerintah daerah berkewajiban dan bertanggungjawab mewujudkan KLA sebagai upaya pemenuhan dan perlindungan anak yang harus dilaksanakan sebaik baiknya, melalui kerlibatan seluruh stakeholder dari berbagai latar belakang bidang.

Demikian paparan yang di sampaikan oleh Sekertaris Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Mamuju Tengah Nilmawiah, dalam pelaporan kegiatan evaluasi pelaksanaan Rencana Aksi Daerah (RAD) KLA, di ruang utama Benteng Kayumangiwang Aula Kantor Bupati Mamuju Tengah, Senin (21/02).

“Karenanya, peran semua pihak diharapkan dapat terealisasi dalam kegiatan upaya mendorong Mamuju Tengah, sebagai KLA di masa akan datang, sebagai tanggungjawab bersama” beber Nilmawiah.

Ditempat yang sama Sekertaris Kabupaten Mamuju Tengah Askary Anwar, menyampaikan untuk mendorong Mamuju Tengah, sebagai KLA, bukan semata menjadi tanggungjawab pemerintah daerah maupun instansi terkait.

Namun, semua stakeholder dari berbagai bidang dan latar belakang disiplin ilmu memiliki kewajiban bersama, untuk terus bersama sama mendorong mewujudkan KLA di Mamuju Tengah.

“Untuk itu sangat kita harapkan peran semua stakeholder di Bumi Lalla Tassisara, baik dari instansi pemerintah maupun dari non pemerintah, semua punya kewajiban dan tanggungjawab yang sama, mewujudkan KLA” tegas Askary.

Karenanya untuk lintas OPD di Mamuju Tengah, secara khusus Ia berpesan agar terus meningkatkan inovasi dan kreativitas program sebagai sebuah komitmen bersama, menciptakan pengembangan KLA di Mamuju Tengah, bukan hanya pada tataran simbol dan jargon semata.

“Tapi lansung pada implementasi dan kerja nyata, terutama misalnya di tingkat desa, mari libatkan semua masyarakat tanpa terkecuali, dengan memperkuat sinergitas, pada seluruh komponen” tutup Askary.

(Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat