Mamuju Tengah, Katinting.com – Salah satu upaya jajaran kepolisian republik Indonesia, dalam rangka memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, adalah diharapkan kepada seluruh jajaran Polri hingga tingkat paling bawah menggelar kegiatan Curhat Masyarakat.
Curhat masyarakat ini, merupakan upaya langsung kepolisian mendengarkan apa keluhan masyarakat yang selama ini, tidak tersampaikan langsung ke polisian tentang pelayanan hukum di wilayahnya, dan melalui program Curhat ini, jajaran seragam baju coklat ini bisa mendengarkan langsung apa keluh kesah rakyat secara langsung.
Mendengarkan cerita langsung rakyat ini, yang dalam bahasa Topoyo di sebut Nangepe Lilita Rakja, pada Jumat (03/02), dipimpin oleh Wakapolres Mamuju Tengah Kompol Haeruddin, didampingi Kasie humas IPTU Mustamir, menggelar curhat secara langsung di salah satu pangkalan ojek panggil di Topoyo, Mamuju Tengah.
Dihadapan sejumlah masyarakat di pangkalan ojek tersebut, Wakapolres Mamuju Tengah, membuat suasana secair mungkin, dan Wakapolres saat memulai pembicaaran warga yang hadir memberikan sambutan baik atas kehadiran tiba tiba Polisi di sana.
“Kami utarakan lebih awal, kami hadir di sini, untuk mendengarkan keluhan masyarakat terkait dengan situasi Kamtibmas di wilayah masing-masing termasuk di Topoyo kali ini” ungkap Kompol Haeruddin membuka pembicaraan.
Dan saat mantan Kapolsek Budong budong tersebut, mulai berbicara, tampak suasana lebur antar Wakapolres Mamuju Tengah yang hadir di pangkalan ojek panggil di Topoyo, dengan masyarakat, sehingga pada sesi masyarakat mendapatkan kesempatan berbicara, mereka sangat lepas menyampaikan keluh kesah mereka, yang terkait pelayanan hukum dan administrasi di Polres Mamuju Tengah.
Disampaikan oleh masyarakat, dominan keluhan seputar pembuatan SIM, penggunaan Knalpot racing, anak anak di bawah umur berkendaraan tanpa menggunakan helem, bahkan penggunaan sepeda listrik anak dibawah umur tanpa pengaman, juga menjadi keluhan masyarakat, diminta oleh masyarakat kiranya dapat menjadi perhatian serius.
Dari leburnya suasana yang membuat masyarakat lepas menyampaikan aspirasinya, Wakapolres Mamuju Tengah, memberikan apresiasi, karena dengan demikian, masyarakat dan polisi makin merasa dekat, karena masyarakat dalam kegiatan itu, antusias menyampaikan apa keluhan mereka.
“Olehnya, kami akan menampung apa yang menjadi keluhan masyarakat dalam Jumat Curhat hari ini, untuk kami berikan dukungan” beber Haeruddin.
Katanya, Curhat Jumat ini menjadi penting, karena bagaimana pun pihaknya percaya masyarakat tentu sangat paham peta potensi dan kearifan lokalnya, dan melalui Jumat Curhat ini, aparat bisa mendapatkan gambaran kondisi itu dari masyarakat.
“Dan kegiatan ini, menjadi kegiatan rutin sebagai program jajaran Kepolisian di seluruh Indonesia, tidak terkecuali jajaran Polres Mamuju Tengah” pungkas Haeruddin. (Fhatur Anjasmara)






