Katinting.com, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang tengah mewacanakan program penguatan kapasitas bagi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dengan mengirim 45 orang ke Kampung Inggris di Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, untuk mengikuti pelatihan bahasa Inggris.
Wacana ini disambut positif oleh Sekretaris Komisi A DPRD Bontang, Saeful Rizal. Menurutnya, program tersebut sangat bermanfaat dan memberikan dampak jangka panjang bagi para peserta, berbeda dengan kegiatan seremonial atau sekadar perjalanan wisata yang sifatnya sementara.
“Sangat bagus, manfaatnya permanen. Kalau sekadar jalan-jalan, ya hanya jadi kenangan. Tapi kalau mereka dapat skill bahasa Inggris, itu akan terus bermanfaat sampai kapan pun,” ujar Saeful usai mengikuti kegiatan bersama wali kota, Senin (14/7/2025).
Ia mengapresiasi inisiatif Wali Kota Basri Rase dan menyebut bahwa Komisi A DPRD mendukung penuh wacana tersebut. Selain sebagai bentuk pembinaan generasi muda, program ini dinilai mampu memperkuat daya saing dan membuka peluang masa depan bagi para peserta.
“Komisi A mendukung dan mengapresiasi penuh. Kami berharap anak-anak yang berangkat nanti bisa memaksimalkan kesempatan ini, belajar dengan sungguh-sungguh,” terangnya.
Ia bahkan bilang anak-anaknya sendiri pernah dikirim ke Kampung Inggris Pare untuk mengasah kemampuan bahasa asing. Selain bahasa Inggris, mereka juga mempelajari bahasa Jepang dan Arab di berbagai pusat pelatihan.
Ia juga menyoroti bahwa kawasan Pare tidak hanya fokus pada bahasa Inggris, melainkan telah berkembang menjadi pusat pembelajaran berbagai bahasa asing, seperti Jepang, Mandarin, hingga Arab.
“Sekarang di Pare itu bukan hanya bahasa Inggris. Bahasa Jepang, Mandarin, Arab pun sudah diajarkan di sana. Tapi memang yang paling kuat dan lama terbentuk ya komunitas bahasa Inggrisnya,” jelasnya.
Menurut dia, jika program ini terealisasi, akan lebih baik jika dijalankan secara berkelanjutan tiap tahun, dengan kemungkinan penambahan bahasa asing lain sebagai pilihan.
“Harapannya ini bisa jadi program tahunan. Tidak hanya satu kali. Ke depan bisa juga belajar bahasa Jepang atau Mandarin. Jadi makin banyak anak-anak kita yang punya bekal global,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya dukungan dari seluruh pemangku kepentingan agar program ini bisa berjalan lancar, mulai dari aspek anggaran hingga teknis pelaksanaan.
Dengan dukungan DPRD dan komitmen pemerintah kota, program belajar bahasa asing ini diharapkan menjadi tonggak awal dalam membangun generasi muda Bontang yang berwawasan internasional, kompetitif, dan siap bersaing di masa depan. (Re)






