Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Ketua BPC HIPMI Mamuju Tengah Terpilih Wakili Sulbar Di Golkar Institute

Ketua BPC HIPMI Mamuju Tengah Muh Budiawan Akbar satu satunya putra Mamuju Tengah lolos di Golkar Institute bersama 40 orang lainnya, dari berbagai daerah dan lintas aktivitas. (dok Ist)

Mamuju Tengah, Katinting.com – Golkar Institute lahir atas rekomendasi Musyawarah Nasional (Munas) X Partai GOLKAR tahun 2019, dalam rangka penguatan kapasitas kader.

Secara legal Golkar Institute terbentuk pada tanggal 8 September 2020 dengan nama Yayasan Golkar Institut Sekolah Pemerintahan dan Kebijakan Publik (SPKP).

Namun dalam perkembangan proses kaderisasi Golkar Institute tidak hanya mengakomodir kader tetap partai, tapi lebih terbuka dalam rangka memperluas jaringan kekaderan partai.

Dan untuk tahun 2025 ini bath ke – 18, salah satu putra terbaik dari Mamuju Tengah yang juga Ketua BPC HIPMI Mamuju Tengah, Muh Budiawan Akbar terpilih mewakili Sulawesi Barat mengikuti program Golkar Institute dari 40 peserta yang terpilih.

“Saya tidak menyangka, awalnya sekedar mencoba buka link, lalu isi formular. Tiba tiba dinyatakan berkas terpenuhi, kemudian diminta buat karya ilmiah, dan lanjut ke tes wawancara sekira satu jam, malah usai proses dinyatakan lulus, bahkan sendiri dari Sulawesi Barat.” ungkap Budiawan Akbar.

Ia pun menuturkan kalua diriny dalam seleksi yang diikuti di Golkar Institute, mengambil program Young Political Leaders. yang akan berlansung mulai 21 – 26 April 2025.

“Dan tentu ini salah satu momentum baik buat saya, untuk belajar, menambah pengetahuan dan sumber daya personal, sebab sebuah keberutungan buat saya, satu satunya dari Sulbar terpilih pada program ini” tutur Budiawan.

Ketua organisasi yang mengurusi kelompok usaha muda di Mamuju Tengah ini, yakni AWM3 Mamuju Tengah, lebih jauh menyampaikan harapannya, atas kesempatan yang didapatnya ini,

“Dimana saya ingin belajar menjadi pemimpin yang inovatif, tentu tidak lupa saya sangat bersemangat untuk membangun jejaring atau relasi secara nasional mengingat yang dapat lulus dari program ini adalah orang terpilih. Ada Gubernur, ada ketua OKP Nasional, ada anggota DPRD dan lain lain” harap Budiawan. (Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat