Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi saat bercengkrama dengan nelayana di kompleks tempat pelelangan ikan Mamuju.
banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi mengunjungi Koperasi Nelayan Mitra Kayu Langka yang terletak di Kompleks Tempat Pelelangan Ikan Mamuju, Minggu, (13/6).

Didampingi Ketua Koperasi Nelayan Mitra Kayu Langka, Rhases, Bupati Mamuju meninjau bangunan dan fasilitas koperasi yang dilaporkan mangkrak. Sejak gempabumi melanda Mamuju pada medio Januari lalu, koperasi itu tidak lagi menjalankan fungsinya menyalurkan bahan bakar solar bersubsidi untuk nelayan.

Beberapa alat milik Koperasi Mitra Kayu Langka dilaporkan rusak, seperti tangki dan  mesin. Kerusakan  ini selain karena gempa, juga karena faktor usia, demikian keterangan Rhases, ketua Koperasi Mitra Kayu Langka Mamuju.

“Kami menaruh harapan besar kepada pemerintahan yang baru ini, bahwa kami masyarakat nelayan akan diberi lebih banyak perhatian. Menurut statistik, ada 33% masyarakat Sulbar yang menggantungkan hidup dari laut. Jadi sebisanya, kami meminta bantuan, agar koperasi bisa kembali berjalan menyuplai solar bersubsidi untuk teman-teman nelayan,” kata Rhases.

Koperasi Mitra Kayu Langka sendiri berdiri sejak tahun 2007, dengan fokus usaha unit Solar Pack Dealer Nelayan (SPDN) di bawah BUMN Pertamina. Sejak koperasi mandeg, nelayan Mamuju dikabarkan  terpaksa menyuplai solar dari pengecer.

Hal ini merugikan nelayan, karna harga yang dipatok pengecer lebih mahal daripada harga resmi di SPBU. Di lain sisi, pembelian solar bersubsidi lewat SPBU harus menyertakan surat rekomendasi dari Dinas Perikanan, yang mana pengurusannya dilaporkan cukup rumit. Harga resmi solar bersubsidi adalah Rp.5.150,- sementara harga lewat pengecer berkisar hingga Rp. 6.000,-.

Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi  menyatakan optimis masalah ini dapat diatasi. Dia mengaku akan menjembatani permasalahan nelayan Mamuju ke dinas terkait.

“Suara hati teman-teman nelayan akan kami tampung dan jembatani ke dinas terkait. Kasihan mereka kesulitan mendapatkan solar kalau terus-terusan begini,” tutup Sutinah.

(ADV/RF/Zul)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here