Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Kekeringan Parah Ancam Gagal Panen di Persawahan Desa Buntu Buda Kabupaten Mamasa

Tampak tanah akibat kekeringan di Desa Buntu Buda, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa. (dok.Saldi)

Mamasa, Katinting.com – Dampak perubahan iklim menyebabkan kekeringan parah yang mengancam gagal panen tanaman padi di Desa Buntu Buda, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.

Kemarau panjang yang terjadi selama beberapa bulan terakhir mengakibatkan sumber air dari irigasi yang biasanya mengalir ke persawahan warga surut, menyebabkan tanah persawahan mulai retak dan tanaman padi terancam gagal tumbuh.

Kekeringan yang berkepanjangan telah membuat para petani cemas, terutama karena tanaman padi yang baru ditanam sekitar sebulan lalu kini kekurangan pasokan air.

Sumber air yang mengalir dari irigasi hulu kini tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan air persawahan, meskipun hujan sesekali turun, tidak cukup untuk mengatasi kekurangan air yang signifikan.

Menurut Demmalipi, salah seorang warga, “Sumber air dari hulu tidak mengalir. Meski hujan sesekali dalam seminggu, kondisi tanah dan pengairan sawah tidak membaik, sehingga ini akan menghambat pertumbuhan padi.”

Para petani baru saja mengolah sawah untuk menanam padi setelah panen terakhir pada akhir bulan Juni lalu. Namun, kemarau panjang yang menyusul langsung menghantam tanaman padi yang baru berusia tiga minggu. Jika gagal panen, petani akan menghadapi kesulitan finansial tambahan untuk pengelolaan sawah berikutnya, dengan biaya pengelolaan per hektar mencapai jutaan rupiah, termasuk biaya traktor, penanaman padi, dan pengolahan sawah.

Warga berharap adanya tindakan cepat dari pemerintah desa dan pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan ini. Jika tidak ditangani segera, kekeringan dapat mengakibatkan padi gagal tumbuh dan menambah kerugian petani.

“Kami berharap ada solusi dan tindakan dari pemerintah setempat untuk mengatasi persoalan ini. Jika lambat diatasi, padi akan gagal tumbuh dan petani akan merugi,” tambah Demmalipi.

(Saldi/ed:Anhar)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat