
Mamuju Tengah, Katinting.com – Menanggapi viralnya dua lansia, Siiti Muda dan Salihin yang tinggal disebuah gubuk dalam areal kebun sawit, ditambah lagi kondisi fisik yang tidak bisa melihat, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Hj. Asmira Djamal memberikan klarifikasi.
Viralnya kondisi dua Lansia tersebut pertama kali diposting di media daring, facebook oleh pemilik akun Fia Suardi dengan menuliskan, “Saya bercerita sedikit tentang Lansia ini, beliau bernama nenek Siiti, beliau tinggal berdua bersama saudaranya. Kedua Lansia ini buta. Ya, sungguh miris melihat kehidupan kedua lansia ini, awal kenal dengan beliau saat melakukan pendataan warga. Yang saya salut dari beliau semangat untuk kerja masih sangat kuat, dari kedua lansia ini maka muncullah koin kanne’ sebagai bentuk kepedulian terhadap lansi-lansiaku”.
Pada Kamis (7/3), Kepala Dinsos mengujungi kediaman kedua lansia tersebut. Ia didampingi Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial, Korkab PKH, Peksos dan Fasilitator SLRT dengan membawa kebutuhan dasar dan uang tunai sebagai wujud kepeduliannya terhadap masalah-masalah sosial yang terjadi di Mateng.
Untuk diketahui, kedua lansia ini masih memiliki hubungan keluarga (saudara sepupu).
Kepala Dinsos Mateng, mengatakan, kedua lansia tersebut telah tinggal digubuk tersebut sejak beberapa tahun terakhir. Ia mengungkapkan mereka juga mempunya kedua lansia tersebut mempunyai anak.
Hanya saja mereka tak ingin ikut tinggal bersama dirumah anaknya dengan alasan sudah nyaman dan khawatir kalau rumah ditinggal, maka barang dan ayam peliharaan akan kemalingan
Terkait dengan viralnya kedua lansia tersebut, Hj. Asmira Djamal menjelaskan, Dinsos Mateng telah melakukan pendataan lanjut usia di tahun 2018 serta fasilitasi rekomendasi pembuatan BPJS bagi kedua lansia tersebut.
Sehingga saat ini nama Kakek Salihin dan Nenek Sitti Muda sudah terdaftar dalam Basis Data Terpadu (BDT) dan akan menerima bantuan sosial lanjut usia dari Kementerian Sosial tahun 2019, serta telah di proses untuk masuk sebagai penerima manfaat program PKH tahun 2019.
“Informasi ini sekaligus diharapkan dapat menjadi klarifikasi terhadap berita yang telah terlanjur beredar (viral) di masyarakat. Sebelumnya pihak keluarga tidak ingin dipublikasikan namun karena terlanjur viral maka kami (Dinsos) kembali klarifikasi,” ungkap Asmira.
(Advertorial)






