
Katinting.com, Sangatta – “Pembangunan desa bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga soal memberdayakan manusia dan kelembagaan yang ada di dalamnya.” Pernyataan itu disampaikan oleh Slamet Suwito, Kepala Desa Karya Bhakti, Kecamatan Muara Wahau.
Desa ini menunjukkan komitmennya dalam penguatan peran lembaga lokal dengan menyalurkan dana sebesar Rp336.515.000 yang bersumber dari Anggaran Dana Desa (ADD). Dana tersebut dialokasikan untuk menunjang operasional dan pengembangan sektor-sektor pelayanan masyarakat, termasuk kesehatan, pendidikan keagamaan, kepemudaan, hingga kebencanaan.
“Transparansi dan akuntabilitas adalah prinsip utama kami dalam mengelola dana desa. Setiap rupiah harus kembali ke masyarakat dalam bentuk pelayanan yang nyata,” ujar Slamet dalam wawancara di Hotel Royal Victoria, Sangatta Utara, Sabtu (29/11/2025).
Beberapa lembaga yang menerima bantuan di antaranya kader posyandu, yang berperan dalam menjaga kesehatan ibu dan anak, serta pengurus Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang mendidik anak-anak dalam aspek keagamaan. Selain itu, Karang Taruna sebagai organisasi kepemudaan, serta Kelompok Desa Siaga yang aktif dalam kesiapsiagaan bencana juga mendapatkan dukungan dana operasional.
Slamet menyampaikan apresiasi atas sinergi positif antara pemerintah desa dan masyarakat dalam menjaga ketertiban dan memastikan proses penyaluran berjalan lancar. Ia berharap dana tersebut dapat dimanfaatkan optimal dan menjadi pemicu semangat lembaga untuk meningkatkan kinerja.
“Kami ingin dana ini tidak sekadar tersalurkan, tapi betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kita harus bergerak bersama menuju desa yang mandiri,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa praktik seperti ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kutai Timur dalam mengelola keuangan desa secara efektif dan berpihak pada kepentingan warga.
Dengan pemberdayaan berkelanjutan kepada lembaga lokal, Desa Karya Bhakti optimistis dapat menjadi desa yang tak hanya mandiri secara administrasi, tapi juga sejahtera secara sosial dan ekonomi. Partisipasi aktif warga menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi pembangunan tersebut. (ADV).






