Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Jembatan Putus Telan Korban 11 Orang Luka, GMKI Tuding Pemerintah Cuek Infrastruktur Kalumpang

Mamuju, Katinting.com – Awal 2026 dirundung duka di Desa Karama, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju. Jembatan penghubung utama masyarakat itu ambruk, diduga tak kuat menahan beban, menewaskan mobilitas harian warga ke dalam jurang sungai berbatu.

Kejadian memilukan Jumat, (02/01) siang itu menelan 11 korban luka-luka. Mereka sedang memperbaiki jembatan secara gotong royong karena kondisinya sudah rusak parah sejak lama. Tujuh di antaranya jatuh langsung ke bebatuan sungai, sementara sisanya mengalami luka bacok dan memar serius. Kini, semua dirawat intensif di Puskesmas Karama, dengan kondisi sebagian kritis.

Jembatan sepanjang 20 meter ini bukan sekadar rangka besi, ia denyut nadi ekonomi dan aksesibilitas warga Kalumpang untuk berdagang, berobat, hingga sekolah. Rusaknya infrastruktur ini kian menyingkap luka sistemik: keterlambatan pemeliharaan dari pemerintah daerah.

GMKI Cabang Mamuju tak tinggal diam. Mereka menyuarakan keprihatinan sekaligus protes keras atas kelalaian Pemerintah Kabupaten Mamuju dan Provinsi Sulawesi Barat.

“Seharusnya Bupati Mamuju dan Gubernur Sulbar segera tunjukkan kepedulian nyata terhadap pembangunan infrastruktur vital ini,” tegas Yulianus Tamo, ST, dalam pernyataan resminya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah daerah belum merespons. Insiden ini menambah daftar panjang keluhan warga Kalumpang soal akses dasar yang terabaikan, memicu tuntutan transparansi anggaran infrastruktur di DPRD Mamuju. (*/Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat