
Katinting.com, Matra – Memprihatinkan, sebagian siswa di SDN Bambaira, Kecamatan Bambaira terpaksa belajar diruang kelas hasil swadaya guru-guru, yang kondisinya masih terbilang belum layak yang letaknya dibelakang gedung utama sekolah.
Itu terjadi karena ruang kelas belajar (RKB) di SDN tersebut masih minim jika dibandingkan dengan jumlah siswa yang ada. Tidak hanya itu, sebagian siswanya juga terpaksa belajar di ruangan perpustakaan dengan kondisi plafon yang nyaris runtuh.
Salah seorang guru SDN Bambaira Firman mengatakan bahwa, para guru terpaksa berinisiatif membangun ruang kelas darurat itu, agar para siswa tetap bisa belajar menyambut ujian nasional (UN).
“Itu kami bangun sejak tahun 2008 pak, menggunakan kayu dan atap seng bekas, sebab kalau tidak kami berinisiatif, murid-murid disini tidak akan bisa menerima pelajaran,” ujarnya, Jumat (01/04).
Firman menyampaikan, bahwa pihak sekolah sudah seringkali mengajukan penambahan RKB kepada Dikbudpora Matra, namun hingga saat ini belum ada realisasi yang nyata.
Sementara itu, legislator Matra Ridwan Ali mengaku turut perihatin atas kondisi yang dialami SDN Bambaira. Kata dia dinas terkait mesti segera memberi perhatian pada permasalahan sekolah dasar tersebut.
“Ini harus segera dibenahi, agar visi misi bupati yang ingin memajukan pendidikan bisa tercapai, dan kami di DPRD siap mengawal penyediaan RKB untuk SDN Bambaira ini,” akunya. (Joni)






