oleh

Jamin Ketersediaan Minyak Goreng, Pimpinan DRRD Desak Pemda Pasangkayu Bentuk Tim Investigasi

banner 728x90

Pasangkayu, Katinting.com – Menaggapi persoalan minyak goreng yang beberapa bulan terakhir menjadi trending topik, pimpinan DPRD Pasangkayu, rencana akan menyurati pemda.

Tujuannya agar membentuk tim investigasi produksi dan distribusi minyak goreng di daerah ini. Itu dijelaskan Wakil Ketua DPRD Pasangkayu Irfandi Yaumil kepada media, Rabu, 13 April 2022.

“Besok (Kamis,14 April 2022), saya menyurat kepada pemerintah daerah dalam hal ini bupati untuk membentuk tim investigasi produksi dan distribusi (minyak goreng),” jelas Fandi.

Ia selaku pimpinan DPRD yang duduk mewakili rakyat, mengaku sangat geram dengan kondisi sekarang.

“Saya ingin ada kepastian jaminan atas hak masyarakat untuk mendapatkan subsidi minyak goreng. Ini luculah dan saya geram. Menurut saya, ini atas ulah dan kenakalan pihak perusahan di daerah ini,” aku Fandi.

Produksi Minyakita Masih Terbatas

Berdasarkan pantauan media, ketersediaan minyak bagi warga di wilayah Pasangkayu terpantau masih stabil. Faktanya, saat digelar pasar murah beberapa waktu lalu di Mapolres Pasangkayu banyak stok tersisa.

Meski diakui bahwa, fasilitas pengemasan yang dimiliki PT TSL selaku produsen merek Minyakita masih sangat terbatas.

Namun, Kementerian Perindustrian RI melalui surat edaran (SE) nomor 3 tahun 2022, tentang relaksasi pemberlakuan SNI minyak goreng sawit kemasan sudah diberikan kepada TSL.

“Dengan adanya SE dari Kementerian Perindustrian itu, secara wajib PT TSL mendapatkan ijin edar untuk merek Minyakita kemasan pillowpact 1 liter dan jerigen 5 liter,” ungkap Eka Prasetiawan selaku ADM PT TSL.

Dia menjelaskan, pengadaan material kemas membutuhkan proses verifikasi dari sistem keamanan pangan yang diterapkan oleh PT TSL pada akhir Februari 2022, sehingga baru bisa memulai proses pengemasan untuk kemasan jerigen 5 liter.

Eka menambahkan, kapasitas produksi masih jauh dari yang dimiliki oleh perusahaan. Akibatnya, produk yang keluar langsung ditangkap (dibeli) oleh konsumen, dan tidak terlihat di toko, ruko dan pasar.

“Untuk saat ini produksi kemasan dengan harga jual mengikuti harga perekonomian, kita tunda untuk sementara waktu. Karena kita ingin fokus pada penjualan minyak goreng curah bersubsidi untuk melayani kebutuhan masyarakat di bulan suci Ramadan khususnya di Pasangkayu dan Sulawesi Barat bahkan Pulau Sulawesi,” tambah dia.

Arham Bustaman

 

 

Bagikan

Komentar