Katinting.com, Penajam Paser Utara (PPU) – Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Jamaluddin, meminta agar pembatasan angkutan di Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu, ditinjau kembali. Kebijakan tersebut dinilai berdampak pada para petani sawit yang membutuhkan akses jalan untuk menjual hasil panennya.
Jamal menjelaskan bahwa penundaan angkutan dapat menyebabkan buah sawit menjadi busuk jika tidak segera diangkut, sehingga penting untuk mengkaji ulang aturan ini guna menghindari konflik dan ketidakpuasan masyarakat.
“Kalau sawit harus segera diambil, tetapi pembeli dilarang masuk, sawit bisa busuk. Kebijakan ini perlu ditinjau ulang agar tidak menimbulkan potensi konflik di masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, infrastruktur jalan di Kecamatan Babulu cukup memadai, dengan beberapa ruas yang sudah menggunakan konstruksi rigid beton, yang dirancang untuk menahan beban kendaraan berat.
“Saya dengar jalan di Babulu bahkan lebih baik infrastruktur-nya, dengan banyak yang sudah menggunakan rigid beton. Seharusnya jalan ini bisa menahan kendaraan besar,” ungkap Jamal.
Jamal juga menyarankan bahwa jika ada kekhawatiran mengenai daya tahan jalan, peningkatan kualitas jalan menjadi rigid beton perlu diusulkan untuk memastikan jalan dapat mendukung kendaraan berat tanpa kerusakan.
“Kalau memang dikhawatirkan mudah rusak, usulkan peningkatan kualitas jalan dengan rigid beton agar lebih tahan lama,” tutupnya.






