Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

IMM Sulbar Bawa Kritikan Tajam dan Strategi Kaderisasi di Tanwir Malang

Mamuju, Katinting.com – Semangat kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulawesi Barat (Sulbar) semakin menggelora menjelang Tanwir XXXIII yang digelar di Kota Malang pada 29-31 Oktober 2025. Dengan tema “Energi Kolektif untuk Negeri,” forum permusyawaratan tertinggi kedua setelah Muktamar ini dipandang sebagai ajang krusial bagi pembaharuan dan penguatan arah gerak IMM secara nasional.

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Sulbar telah menyiapkan delegasi terbaik yang tidak hanya mengandalkan jumlah, tetapi juga kualitas. Ketua Bidang Organisasi DPD IMM Sulbar, Arinil Hidayah, menyatakan kesiapan ini bersifat menyeluruh — mulai dari administrasi hingga kesiapan substansial kader dalam menyambut tantangan forum.

“Kesiapan kami jauh melampaui urusan logistik dan pemberangkatan. Kami konsisten menyusun laporan enam bulanan yang rinci tentang program dan aktivitas, baik yang terencana maupun insidental, sebagai wujud transparansi dan akuntabilitas kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP),” kata Arinil di kantornya pada Senin (27/10).

Lebih dari itu, proses pembekalan telah digelar secara intensif agar setiap delegasi menguasai tema utama Tanwir dan mampu mendiskusikan serta mengartikulasikan isu strategis yang relevan dengan kondisi daerah Sulbar. Proses konsolidasi ini memupuk semangat persatuan dan solidaritas internal sekaligus menyiapkan perspektif kritis yang dibutuhkan dalam diskursus nasional IMM.

“Salah satu fokus kami adalah penguatan kaderisasi dan pemberdayaan mahasiswa di daerah. Tanwir menjadi medan yang tepat untuk saling berbagi pengalaman serta membangun langkah bersama dalam menghadapi dinamika gerakan mahasiswa dalam era digital yang penuh tantangan,” tambah Arinil.

DPD IMM Sulbar fokus tidak sekadar menghadiri Tanwir sebagai peserta, melainkan sebagai agen perubahan yang membawa tanggung jawab besar untuk menularkan hasil dan gagasan forum ke tingkat cabang dan komisariat. Hal ini menjadi penting karena menurut Arinil, dinamika gerakan IMM saat ini memerlukan revitalisasi militansi dan praksis di lapangan.

“Tanwir bukan hanya ajang berkumpul dan berdiskusi. Kami ingin memastikan momentum ini menjadi titik balik bagi penguatan basis kader yang solid dan aktif turun langsung pada persoalan rakyat. Gerakan IMM harus kembali menempatkan advokasi dan aksi nyata sebagai jantung perjuangan kadernya,” tegasnya.

Dukungan dan koordinasi keberangkatan delegasi pun telah dirancang dengan cermat. Arinil menegaskan, Sulbar hadir bukan untuk memenuhi kuota atau atas nama simbolis, melainkan sebagai penanda komitmen nyata terhadap eksistensi gerakan intelektual dan moral mahasiswa Muhammadiyah yang dinamis dan relevan.

“Tanwir Malang kali ini kami lihat sebagai momen kebangkitan kolektif. Dengan semangat persaudaraan yang tinggi, kami percaya IMM bisa menjadi lokomotif perubahan di kalangan mahasiswa yang merespons tantangan zaman dan kebutuhan rakyat,” ujarnya optimis.

Dalam forum Tanwir, DPD IMM Sulbar membawa gagasan strategis berupa penguatan organisasi, pengembangan keterampilan kader, peningkatan militansi, serta evaluasi kritis mengenai pergerakan IMM yang menurut mereka mulai kehilangan arah dan kurang responsif terhadap persoalan sosial kontemporer.

“Kita harus berani jujur melakukan evaluasi menyeluruh. Ada penurunan militansi dan semangat praksis, serta pengurangan aksi nyata turun ke masyarakat. Ini harus jadi sinyal untuk membangkitkan kembali energi perjuangan mahasiswa,” pesan Arinil.

Keberanian dan kesiapan DPD IMM Sulbar ini menjadi salah satu cermin kuatnya solidaritas daerah yang menjadi fondasi kokoh memperkuat gerakan IMM secara nasional. Konsistensi mereka dalam merawat kader dan mengedepankan kualitas dalam gerakan mahasiswa menunjukan bahwa Sulbar bukan hanya sekadar titik geografis, melainkan pusat energi perubahan kolosal.

Sekilas Tentang IMM dan Tanwir
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) adalah organisasi mahasiswa Islam yang bergerak di ranah keagamaan, kemahasiswaan, dan kemasyarakatan. Sebagai bagian otonom Muhammadiyah, IMM tersebar luas di seluruh provinsi Indonesia dengan ratusan cabang dan ribuan komisariat, menjadikannya salah satu organisasi mahasiswa terbesar dan berpengaruh.

Tanwir adalah forum permusyawaratan tertinggi kedua setelah Muktamar, berfungsi vital dalam mengonsolidasikan kebijakan antara pusat IMM dan pimpinan daerah seluruh Indonesia. Keberlangsungan dan arah gerak organisasi sangat ditentukan oleh hasil keputusan forum ini. (Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat