banner 728x90

Bersenjata Parang dan Tombak, Konflik Agraria Warga dan PT. Unggul Kian Memanas

banner 728x90
foto warga bersenjata parang dan tombak saat terlibat ketegangan dengan kariawan pt unggul

Foto warga bersenjata parang dan tombak saat terlibat ketegangan dengan karyawan PT. Unggul

Matra, Katinting.com – Bersenjata parang panjang dan tombak, warga Desa Godang, Kecamatan Bulutaba, Kabupaten Mamuju Utara Provinsi Sulawesi Barat, terlibat ketegangan dengan ribuan karyawan dan oknum preman perusahan PT. Unggul Widya Lestari, diareal perkebunan kelapa sawit seluas 200 hektar di Dusun Barubu Desa Bukit Harapan Kecamatan Bulutaba.

Setelah beberapa bulan melakukan aksi pendudukan dilahan sengketa seluas 200 hektar tersebut, warga dan karyawan yang diduga dikawal sejumlah preman perusahan terlibat ketegangan sabtu kemarin. Warga terlihat mempersenjatai diri dengan parang panjang dan tombak begitu pula dengan ribuan karyawan yang diduga dikawal sejumlah oknum preman juga bersenjata parang panjang dan tombak.

Ketegangan terjadi saat pihak PT. Unggul Widya Lestari menggerakan ribuan karyawan untuk  melakukan panen kelapa sawit di areal yang dipersengketakan warga dengan perusahan, karena terdesak dengan kedatangan ribuan karyawan yang dikerahkan oleh perusahan. Warga kemudian mundur dari lokasi perkebunan kelapa sawit yang selama ini di persengketakan untuk menghindari bentrokan.

Sementara itu Aswin yang mendampingi warga mengatakan kalau situasi dan kondisi diareal sengketa masih mencekam, untuk menghindari bentrokan warga memilih mundur.

‚ÄúSituasi saat ini dilokasi masih mencekam, untuk menghindari bentrokan kami harus mundur tapi kami akan tetap mempertahankan hak masyarakat yang telah dikuasai oleh perusahan,” tuturnya.

Lanjut, karena saat ini karyawan dan oknum preman perusahan melakukan pengrusakan terhadap rumah warga hingga rata dengan tanah, sementara keinginan warga untuk bertahan tidak memungkinkan karena yang mengamuk diareal sengketa adalah oknum preman bayaran dari pihak perusahan PT. Unggul Widya Lestari, tegas Aswin. (*)

Bagikan
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.