Puluhan orang mengaku warga Kabuyu dikawal polisi
banner 728x90

Pasangkayu, Katinting.com – Puluhan orang mengaku warga Kabuyu mengklaim tanah ulayat adalah tanah mereka dengan menduduki lahan yang berada di wilayah Hak Guna Usaha (HGU) PT Mamuang di Desa Martasari, Kecamatan Pedongga, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.

Puhak perusahaan tegas membantah klaim tersebut. Melalui CDO PT Mamuang, Hermanto Rudi mengaku bahwa proses pembukaan lahan PT Mamuang telah dilaksanakan dengan clean and clear.

“Pada saat survey, memang terdapat sekira 10 KK warga Kabuyu yang ditemui bermukim di pinggiran Sungai Pasangkayu. Untuk mencapai lokasi tersebut hanya dengan menyusuri sungai,” kata Rudi, Sabtu, 12 Maret 2022.

Menurutnya, lahan yang telah dikelola oleh 10 KK tersebut beserta lahan pencadangan untuk pecahan KK dikeluarkan dari permohonan HGU PT Mamuang sebanyak 250 hektar tidak masuk HGU berdasarkan kesepakatan antara pemohon HGU dengan Tim Penyedia Tanah Kabupaten Tingkat II Mamuju tahun 1994.

“Dalam HGU PT Mamuang tidak ada lahan warga Kabuyu. Jadi apa yang diklaim oleh sekelompok orang yang mengaku warga Kabuyu itu tidak berdasar sama sekali,” jelas Rudi.

Klaim yang tidak berdasar tersebut, lanjut dia, bisa menyebabkan terjadinya benturan antar masyarakat. Untuk menghindarinya, dia berharap semua pihak harus bersandar pada hukum yang berlaku.

Mantan Kepala Desa Martasari, Timotius bercerita kalau dirinya menjabat Kades Martasari di tahun 1994 bersamaan dengan kepengurusan HGU perkebunan PT Mamuang.

“Proses permohonan HGU diajukan PT Mamuang di tahun 1994 diproses tim panitia penyedia tanah Kabupaten TK II Mamuju, dengan melakukan peninjauan lapangan atau lokasi tanah yang dimohonkan menjadi HGU oleh perusahaan PT Mamuang. Saat itu dipimpin Asisten I Mamuju, Daniel Tammati,” cerita Timotius.

Ia menjelaskan, saat itu ditemukan sebagian tanah telah dikuasai masyarakat Kabuyu dipergunakan untuk pemukiman, di mana lokasi tanah itu merupakan perkampungan Kabuyu dan lokasi perkebunan.

“Atas kesepakatan antara pemohon HGU dengan tim dari Kabupaten Mamuju, lahan yang telah dikuasai oleh masyarakat dan juga dipergunakan untuk pencadangan lokasi sekitar 250 Ha dikeluarkan dari permohonan HGU,” jelas Timotius.

Menurutnya, kesepakatan itu dituangkan dalam berita acara tentang hasil peninjauan lapangan areal HGU PT Mamuang oleh tim dalam rangka pemberian rekomendasi HGU tanah tidak bermasalah.

Timotius mengungkapkan, setelah kesepakatan ini dilaksanakan, pihak PT Mamuang mengeluarkan lahan seluas 250 Ha, maka dilanjutkan proses HGU ketingkat Kantor Wilayah (Kanwil) badan Pertanahan Nasional (BPN) Sulawesi Selatan, karena saat itu belum ada Provinsi Sulawesi Barat masih wilayah Sulsel.

“Seiring dengan pembukaan lahan (land clearing) dilakukan perusahaan PT Mamuang dengan membuka akses jalan kebun, maka lokasi perkampungan Kabuyu sangat mudah diakses,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, dalam areal tanah HGU yang dimohon PT Mamuang itu tidak terdapat tanda-tanda penguasaan, kepemilikan, maupun penggunaan tanah oleh perorangan dan masyarakat setempat, karena merupakan tanah dikuasai langsung negara.

“Berdasarkan surat Kakanwil BPN Provinsi Sulawesi Selatan ditahun 1996, diterbitkan kepemilikan HGU kepada PT Mamuang sekitar 8.000 Ha,” katanya.

Timotius menyampaikan kalau dirinya saat ini tidak lagi punya wewenang, namun sebaiknya kedua belah pihak antara masyarakat dan perusahaan duduk bersama membicarakan bagaimana membangun kemitraan agar saling menguntungkan.

“Saya kira keduanya (masyarakat dan perusahaan) harus membangun hubungan kemitraan, karena mau tidak mau, sampai kapanpun, mereka berdampingan antara komunitas masyarakat dengan pihak perusahaan,” paparnya.

Lanjut Timotius, kalau toh kemudian kedua bela pihak ingin memastikan memiliki kekuatan hukum tetap melalui jalur hukum, itu bagus, namun alangkah baiknya untuk duduk bersama, agar selalu kondusif dan tetap suasana damai.

“Terkait yang diklaim sebagai tanah ulayat, saya tidak bisa memberikan komentar. Dan dari awal Dusun Kabuyu Tua itu tidak masuk dalam kawasan HGU PT Mamuang. Diharapkan lebih baik kedua belah pihak untuk duduk bersama,” harap dia.

Nis/Ham

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here