Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Heroisme di Tengah Tragedi: Kisah Briptu Ari dan Pembacokan di Polman

Mamuju, Katinting.com – Suasana pagi yang tenang di Kelurahan Wonomulyo, Polewali Mandar (Polman), tiba-tiba berubah menjadi mimpi buruk. Seorang pria dengan gangguan jiwa (ODGJ) mengamuk, menghunus parang, dan meneror warga. Dalam sekejap, darah menggenang di jalanan. Satu nyawa melayang, beberapa lainnya terluka.

Tapi di tengah kepanikan, muncul seorang penyelamat: Briptu Ari Indra Jaya. Tanpa senjata, hanya mengandalkan keberanian dan keterampilan bela diri, polisi muda itu menghadang pelaku. Gerakannya cepat, tepat. Parang berhasil direbut, pelaku ditaklukkan. Warga yang semula berlarian, kini berhenti, menyaksikan aksi heroik itu.

“Semua terjadi begitu cepat,” kata seorang saksi, suaranya masih bergetar.

“Kalau bukan karena Briptu Ari, mungkin lebih banyak korban.”

Pelaku akhirnya diamankan. Korban luka segera dilarikan ke rumah sakit. Sementara jenazah korban tewas dibawa untuk identifikasi.

Kapolresta Mamuju memuji tindakan Briptu Ari. “Ini bukti nyata dedikasi Polri,” ujarnya. “Melindungi masyarakat, bahkan dengan risiko nyawa.”

Kini, warga Wonomulyo masih trauma. Tapi mereka punya satu cerita keberanian yang akan dikenang: tentang seorang polisi yang tak gentar menghadapi maut.

“Apa yang dilakukan Briptu Ari adalah cerminan semangat pengabdian Polri,” tutup Kapolresta Mamuju. (*/Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat