Mamuju, Katinting.com – Sudah enam hari lamanya, kabar tentang Muh Alfatih (2) masih tenggelam dalam kesunyian lautan. Bocah malang itu hingga berita ini diturunkan masih dinyatakan hilang di kawasan Pulau Saboyang, Kepulauan Balakbalakang, Mamuju, Sulawesi Barat, sejak 20 Oktober 2025.
Pada hari ketiga operasi pencarian, Minggu (26/10), upaya penyelamatan yang digelar Tim SAR masih belum membuahkan hasil. Sebuah kenyataan pahit bagi keluarga yang menanti di ujung harap.
Kepala Kantor SAR (Basarnas) Mamuju, Mahmud Afandi, dalam keterangan resminya kepada Katinting.com, menguraikan strategi pencarian hari itu. Operasi yang dimulai pukul 07.00 WITA itu membagi tim menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).
“SRU I menggunakan RIB 02 melakukan penyisiran di area seluas 45 Nautical Mile (NM). Sementara itu, SRU II dengan RIB 01 menyisir wilayah lebih luas, mencapai 50 NM, mengarah ke barat daya sesuai peta operasi SAR (SAR Map),” papar Mahmud.
Namun, setelah pencarian intensif yang berlangsung hingga pukul 18.00 WITA, hasil yang didapat tetap nihil.
“Seluruh unsur tim SAR kemudian kembali dan bersiap siaga di Dermaga Dekking, Kabupaten Majene, untuk melanjutkan operasi pada hari berikutnya,” tambahnya.
Operasi penyelamatan tidak berjalan mulus. Tantangan terbesar datang dari alam. Cuaca buruk menghadang di lokasi pencarian. Laporan menyebutkan angin kencang bertiup dari timur laut hingga barat laut, menghadirkan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter. Arus laut yang mengarah ke selatan dan hujan intensif semakin mempersulit visibilitas dan manuver tim di lapangan.
Di tengah segala keterbatasan itu, Basarnas Mamuju menyatakan komitmennya.
“Kami memastikan, operasi SAR akan terus dilanjutkan hingga korban ditemukan. Koordinasi dengan pihak terkait dan masyarakat setempat juga kami intensifkan untuk memperluas area pencarian,” tegas Mahmud Afandi, menutup wawancara.
Operasi kemanusiaan ini memadukan berbagai unsur. Turun langsung dalam pencarian adalah tim rescue Kantor SAR Mamuju, Pos SAR Majene, BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Pemerintah Kecamatan Balabalakang, serta warga setempat yang turun tangan membantu.
Dari sisi peralatan utama (alutsista), Tim SAR mengerahkan dua unit Rigid Inflatable Boat (RIB), satu unit kendaraan D-Max Double Cabin, dan satu unit Rescue Carrier. Seluruh peralatan pendukung, mulai dari navigasi, komunikasi, hingga peralatan medis, telah disiagakan untuk mendukung operasi yang tengah berjalan dalam situasi kritis ini. (Fhatur Anjasmara)






