Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Hari ini, Virus Jembrana Dipastikan Belum Masuk Mamuju Tengah

Peternakan sapi. (dok Int)

 

Mamuju Tengah, Katinting.com – Serangan virus jembrana pada ternak sapi ditandai dengan Demam dimana, suhu badan sapi tinggi, berkisar antara 39° C-41,5° C, lalu ternak mengalami pembengkakan hebat kelenjar limfe, Erosi (baca luka-luka) pada selaput lendir mulut, Diare yang sering bercampur darah dan sering terjadi sapi mengalami berkeringat darah.

Saat ini, kembali serangan virus jembrana pada sapi sedang mewabah di sejumlah daerah di Indonesia, karenanya, peternak di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, juga ikut resah dengan serangan virus jembrana akan menimpa ternak mereka, dan berharap kepada pemerintah kebupaten Mamuju Tengah, lebih awal memiliki antisipasi serangan ini.

“Tentu kami sangat risau dan resah, dengan informasi merebaknya kembali virus jembrana yang menyerang sapi sejumlah peternak di Indonesia, tentu kami berharap ada antisipasi dilakukan pemerintah” pinta Usman salah seorang warga pemilik ternak sapi di Kecamatan Karossa, Mamuju Tengah, Rabu (01/02).

Katanya, terlebih kemudian tempatnya beternak merupakan pintu masuk ke wilayah Mamuju Tengah dari arah utara, sehingga rentan menjadi jalur inkubasi virus menakutkan bagi peternak ini.

“Karena Karossa ini, pintu masuk Mamuju Tengah, dari arah utara, maka ternak kami tentu rentan menjadi objek paparan pertama, ketika ada ternak bervirus melintas diwilayah ini” ujar Usman.

Terpisah, saat dihubungi Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan, Ketapang Mamuju Tengah, Nurwati, kepada laman ini, pagi ini, mengungkapkan bahwa sampai saat ini, dijamin belum ada ternak peternak di Mamuju Tengah, terinfeksi virus jembrana.

“Itu kami bisa pastikan belum ada, sebab belum ada juga laporan atau data yang kami terima, adanya ternak warga terserang virus yang kembali mewabah ini” ungkap Nurwati.

Olehnya ia menjelaskan dan memastikan bahwa pemerintah tentu akan memberikan perlindungan bagi peternak yang risau, dengan berbagai cara lewat kebijakan perlindungan ternak warga.

“Dengan cara, kami jauh hari kami sudah sosialisasi ke peternak untuk tidak membeli sapi dari luar Kabupaten Mamuju Tengah, setiap ternak yang diperjual belikan harus ada dokumennya minimal SKKH, penyuntikan Vitamin untuk daya tahan tubuh ternak, pemantauan keluar masuk ternak maupun yang melintas diperbatasan, dan ini terus kami lakukan sampai saat ini” pungkas Nurwati. (Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat