
Majene, Katinting.com – Sebanyak 385 mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) angkatan IX dan profesi angkatan I di wisuda lt. 1 Masjid Hilaikal Mesir, Majene, Senin (30/11).
Dalam rapat senat luar biasa wisuda Unsulbar ini dibagi menjadi dua sesi karena pandemi Covid-19. Sesi pertama diikuti sebanyak 180 wisudawan, sesi ke dua diikuti sebanyak 160 orang. Sedangkan 45 lainnya tidak menghadiri prosesi wisuda.
Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar juga turut menghadiri rapat senat luar biasa ini. Dalam sambutannya dia mengatakan setiap wisudawan bakal diperhadapkan pada dunia kerja, maka dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang produktif dan inovatif. Untuk mewujudkan itu maka penting agar menghadirkan lembaga pendidikan yang berkualitas pula.
Karenanya, Ali Baal mengharapkan Unsulbar terus berbenah dan mengembangkan sarana dan prasara penunjang. Dengan begitu, alumni-alumni Unsulbar menjadi generasi yang mampu bersaing.
“Dengan gelar sarjana harus bisa membuktikan diri sebagai SDM dengan kualitas yang berbeda Sebelum menjadi sarjana,” kata Gubernur Sulbar.
Dia juga berpesan kepada civitas akademik di Unsulbar agar tetap menjadi penyemangat berpikir dan bekerja keras menjadi lebih produktif dengan mengupayaan berbagai inovasi.
Apalagi di tengah Pandemi Covid-19, ditengah keterbatasan anggaran tidak menjadi kendala untuk terus memajukan sektor pendidikan. Salah satunya yang ditunjukkan Unsulbar dengan tetap menjalankan Rapat Senat dalam dua gelombang serta menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19.
“Begitupun proses belajar mengajar yang sebelumnya dilakukan di ruang kelas, harus dilakukan secara virtual (daring). Pandemi covid-19 merupakan tantangan yang mau tidak mau harus kita hadapi. jangan menjadikan kita kehilangan semangat,” tegasnya.
Mantan Bupati Polman dua periode ini juga menyinggung soal rencana pendirian Pendidikan Kedokteran yang direncanakan terealisasi 2021. Program itu telah mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Kesehatan. Pendidikan kedokteran, merupakan salah satu upaya mengatasi keterbatasan sumberdaya manusia yang kita hadapi di bidang kesehatan
“Namun, harus diakui tidak sedikit yang masih harus dilakukan untuk menunjukan diri sebagai pencetak SDM yang berkualitas dan siap berkiprah di berbagai bidang sebagai luaran perguruan tinggi,” ungkapnya.
Rektor Unsulbar, Muhammad Aksan Jalaluddin menyampaikan, pihaknya terus melakukan pembenahan di Unsulbar. Salah satunya adalah pembenahan infrastruktur. Saat ini, pembangunan gedung kuliah serta pengadaan mobiler dengan menyerap anggara sekira Rp 60 miliar telah rampung,
“Sisa kami menunggu waktu gubernur untuk meresmikan gedung ini,” tutur Aksan.
Pembangunan lain yang sedang berproses adalah gedung kembar, tahun ini telah merampungkan 20 persen pembangunan dan akan dilanjutkan pada 2021. Termasuk jalan akses dua jalur Unsulbar.
Untuk akreditasi Jurnal, masih Aksan, disebutkan saat ini sudah ada 14 jurnal namun yang terakreditasi hanya tujuh jurnal. “Kita akan dorong terus agar 14 jurnal ini bisa di akreditasi Nasional dan bahkan ada satu yang jurnal internasional yang bisa segera juga akreditasi,” ungkapnya.
Dengan begitu, lanjut Aksan, Unsulbar yang kini berada di peringkat 300-an dari 5.000 universitas di Indonesia meningkat ke posisi 200 besar.
(*/Zul)






