
Mamasa, Katinting.com – Berbagai cara dilakukan umat kristiani memeriahkan natal tahun ini. Seperti di Gereja Toraja Mamasa Jemaat Ebenhaezer Kampung Baru, Jemaat di Gereja tersebut menggelar lomba daur ulang sampah untuk dijadikan pohon natal yang indah.
Ada sekira tiga puluhan pohon natal dari daur ulang sampa dan juga bahan dari alam terpasang mengelilingi gedung Gereja. Mulai dari pohon natal berbahan botol minuman, kardus, plastik-palsit makanan ringan, tripleks bekas hingga pohon pakis dan beberepa potongan bambu.
Bahan –bahan itu dikumpulkan warga jemaat dan di desain menjadi pohon natal unik dan menarik.
Pembuatan pohon natal dari daur ulang sampah dan mengunakan bahan alam ini dipilih menjadi ajang perlombaan di Jemaat, karena dinilai cukup efisen dan rama lingkungan, ketimbang harus membeli pohon natal yang yang dijual dipasaran dengan harga jutaan rupiah.
“Sehingga dengan adanya bahan –bahan bekas atau daur ulang ini warga jemaat bisa menghemat biaya, bahkan pembuatanya gratis,” kata Pdt. Jemaat, Juniarty Ewanan palulungan saat dikonfirmasi.
Dia mengungkapkan, ide pembauatan pohon natal dari sampah ini muncul dari krativitas sejumlah pemuda gereja, sehingga warga jemaat menjadikan sebagai ajang perlombaan.
Dengan adanya kegiatan lomba pembuatan pohon natal daur ulang sampah disambut atusias warga Jemaat. Hingga siang tadi, Rabu (25/10), puluhan anggota jemaat sibuk mendekorasi pohon natal yang dikutkan dalam perlombaan.
Pohon – pohon natal ini akan nilai oleh panitia dan majelis jemaat pada saat perayaan ibada natal nantinya

(Fdy/Zul)






