Mamasa, Katinting.com – Kurang lebih dua bulan pasca bencana longsor dan banjir bandang di Kecamatan Pana, Kabupaten Mamasa, belum mendapat perhatian pemerintah.
Tokoh Masyarakat sekaligus calon legislatif terpilih 2024 Kecamatan Pana, Mihos Puangnarumba, mengungkapkan bahwa hal ini tidak sesuai dengan surat Status Tanggap Darurat yang dikeluarkan pemerintah untuk bencana di Pana.
“Saya melihat isi dalam surat ini (status tanggap darurat) tidak ada efeknya terhadap penanganan bencana longsor dan banjir bandang di Kecamatan Pana,” tutur Mihos kepada katinting.com, Kamis, 30 Mei 2024.
Selain itu, setelah dua bulan bencana longsor melanda Kecamatan Pana, sampai hari ini tidak ada Tim Tanggap Darurat (TTD) yang turun untuk mendata warga yang terdampak bencana.
“Khususnya rumah warga yang terdampak langsung, dan sawah yang terkena banjir bandang sungai Tokka di Desa Salutambun, dan sungai Marudinding di Desa Saloan, perlakuannya biasa-biasa saja,” sebut Mihos.
Mihos juga menambahkan bahwa sampai hari ini jalan penghubung dari ibu kota Kecamatan Pana menuju lima desa belum bisa dilalui kendaraan roda empat, dimana titik longsor di Dusun Tokka, Desa Salutambun, masih menutup akses jalan. Penambahan alat berat untuk membersihkan jalan yang dijanjikan hingga saat ini belum direalisasikan.
“Kami berharap kepada Pemerintah Kabupaten Mamasa, bantuan dari PJ Gubernur Sulawesi Barat juga dialokasikan ke warga Tandalangan yang terdampak bencana. Yang saya sayangkan, status tanggap darurat di wilayah Tandalangan sudah dua kali diperpanjang tetapi tidak ada langkah lanjutan dari Pemda Mamasa,” imbuhnya.
Olehnya itu, Mihos mendesak agar pemerintah segera mengambil tindakan nyata untuk menangani bencana ini dan membantu masyarakat yang terdampak
(Saldi)






