Katinting.com, Bontang – Di balik dukungan terhadap program rumah subsidi dari Kementerian PUPR, Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang, Muhammad Sahib, mengingatkan pemerintah daerah agar tidak gegabah dalam menentukan lokasi pembangunan. Ia menyoroti rencana pembangunan 140 rumah subsidi di kawasan Griya Wisata, Bontang Kuala, yang menurutnya rawan banjir rob.
“Kalau lahannya memang daerah banjir, harus dikaji ulang. Jangan sampai rumah dibangun, tapi warga enggan tinggal karena sering terendam,” ujarnya, Senin (14/7/2025).
Ia menyebut, Kota Bontang masih memiliki banyak lahan strategis yang tidak rawan banjir. Ia meminta pemerintah mencarikan alternatif lokasi agar proyek dari pusat tidak menjadi sia-sia.
“Saya khawatir, kalau tetap dipaksakan di lokasi yang tidak layak, nanti tidak ada peminat. Rumahnya mubazir, dan kepercayaan pusat ke daerah pun bisa menurun,” tegasnya.
Ia juga mencontohkan beberapa proyek pusat sebelumnya yang gagal dimanfaatkan karena persoalan lokasi, seperti flyover tak terealisasi atau rumah Korpri yang terbengkalai. Hal ini menjadi pelajaran penting agar perencanaan tidak semata mengejar pembangunan fisik.
“Apalagi ini rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Mereka tentu ingin tinggal di tempat yang aman, bukan di daerah banjir. Kalau tidak, mereka juga bisa menolak,” ucapnya.
Ia menegaskan, pemerintah kota harus proaktif dalam menyampaikan usulan lokasi kepada kementerian agar pembangunan bisa tepat guna dan berkelanjutan.
“Saya minta pemerintah segera siapkan lahan strategis, bukan hanya asal ada. Jangan sampai proyek nasional ini gagal hanya karena persoalan lahan,” pungkasnya. (Re)






