Katinting.com, Bontang – DPMPTSP Bontang sedang mempersiapkan kunjungan kerja ke PT Energi Unggul Persada (EUP) sebagai bagian dari upaya mendorong pembangunan industri yang berkelanjutan. Fokusnya adalah pengembangan produk hilir kelapa sawit yang berpotensi memberikan dampak ekonomi sekaligus ramah lingkungan.
Kepala DPMPTSP Bontang, Aspiannur, menyampaikan bahwa hilirisasi sawit perlu dilakukan dengan memperhatikan aspek keberlanjutan mulai dari rantai pasok hingga proses pengolahan.
“Kami ingin pertumbuhan industri sejalan dengan tata kelola yang baik dan ramah lingkungan,” terangnya, Rabu (12/11/2025).
PT EUP saat ini memproduksi minyak goreng, namun potensi diversifikasi produk sebenarnya sangat luas. Produk turunan seperti bahan kosmetik, farmasi, dan industri bisa dikembangkan dengan standar produksi yang aman dan berkelanjutan.
DPMPTSP siap memberikan pendampingan dalam pemenuhan standar lingkungan dan tata ruang agar ekspansi produksi berjalan sesuai aturan.
“Kami tidak hanya memberi izin, tapi memastikan semua proses sesuai kaidah dan aman bagi lingkungan,” ucapnya.
Selain itu, koordinasi lintas institusi akan dilakukan, termasuk dengan Dinas Lingkungan Hidup, dinas teknis lain, dan pihak provinsi. Pendekatan ini menjadi kunci dalam menciptakan industri yang bertanggung jawab dan berdaya saing.
Ia menjelaskan bahwa dukungan pemerintah bukan hanya dalam bentuk administratif, tetapi juga fasilitasi hubungan antara perusahaan dan lembaga riset atau kampus, untuk memperkuat inovasi produk hilir.
“Kami ingin industri di Bontang berbasis inovasi, bukan sekadar produksi,” katanya.
Ia menambahkan bahwa hilirisasi sawit tidak boleh hanya berorientasi pada profit, tetapi harus memperhatikan keberlanjutan jangka panjang agar manfaatnya dirasakan oleh generasi berikutnya.
“Dengan pola pengembangan yang tepat, Bontang dapat menjadi model kota industri ramah lingkungan di masa mendatang,” tutupnya. (Re)






