Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Diskepang Kutim Uji Keamanan PSAT, Pastikan Sayur-Buah Aman Dikonsumsi

Katinting.com, Sangatta – Untuk memastikan pangan yang dikonsumsi masyarakat aman dan layak, Dinas Ketahanan Pangan (Diskepang) Kutai Timur secara rutin melakukan pengawasan terhadap Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT). Salah satu lokasi pengambilan sampel dilakukan di Pasar Induk Kecamatan Sangatta Utara, dengan pengujian laboratorium mengacu pada Permentan Nomor 53 Tahun 2018.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah memastikan bahwa produk-produk seperti sayur dan buah yang beredar aman dikonsumsi dan bebas dari cemaran pestisida, logam berat, atau mikroba,” jelas Alidi, JF Analis Ketahanan Pangan Diskepang Kutim, saat ditemui di Kantor Diskepang pada Selasa (25/11/2025).

Ia menjelaskan, pengambilan sampel dilakukan secara acak oleh petugas dari lokasi seperti pasar, kebun, hingga tempat pengolahan pangan. Jenis yang diuji biasanya adalah komoditas yang banyak dikonsumsi masyarakat seperti sawi, bayam, kangkung, cabai, tomat, apel, dan melon.

Sampel tersebut kemudian diuji dengan dua metode, yakni rapid test kit untuk deteksi cepat residu pestisida atau formalin, dan pengujian laboratorium untuk analisis mendalam terhadap cemaran kimia dan mikrobiologi.

“Jika hasil uji memenuhi standar, pelaku usaha bisa mendapatkan Sertifikat Prima-3 atau izin edar untuk produk PSAT mereka,” ujar Alidi.

Namun, jika ditemukan pelanggaran atau kandungan cemaran melebihi batas aman, pihak Diskepang akan melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada pelaku usaha agar memperbaiki praktik budidaya atau pengolahan.

Menurut Alidi, kegiatan ini tidak hanya bersifat insidental tetapi dilakukan secara berkala setiap bulan. Hal ini untuk memastikan rantai pasok pangan dari hulu ke hilir tetap dalam pengawasan, dan masyarakat Kutai Timur mendapatkan pangan yang tidak hanya bergizi tetapi juga aman dikonsumsi.

Langkah ini menunjukkan keseriusan Pemkab Kutim dalam menegakkan standar keamanan pangan sesuai regulasi nasional, sekaligus membangun kesadaran produsen dan konsumen terhadap pentingnya pangan yang sehat dan bebas dari kontaminasi. (ADV).

Share: