Katinting.com, Bontang – Usai pelaksanaan Bontang City Carnival (BCC) 2025, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang langsung melakukan evaluasi. Salah satu usulan yang mencuat dari masyarakat adalah agar kegiatan budaya tahunan itu dibagi menjadi dua sesi, yakni karnaval sore dan pawai malam hari.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menyambut baik gagasan tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk partisipasi publik dalam membangun kualitas penyelenggaraan acara.
“Kritik dan saran itu bagus. Artinya masyarakat peduli dan ingin BCC semakin tertib dan nyaman,” ujarnya, Minggu (2/11/2025).
Menurutnya, pembagian waktu menjadi dua sesi dinilai ideal agar peserta tidak kelelahan di bawah terik matahari dan penonton dapat menikmati pertunjukan dalam suasana yang lebih sejuk dan meriah pada malam hari.
“Kalau sore untuk karnaval, malamnya bisa kita lanjutkan pawai budaya. Dengan begitu, semuanya bisa tampil maksimal,” kata dia.
Ia juga menilai bahwa konsep dua sesi dapat memberikan nilai tambah bagi wisatawan dan pelaku ekonomi lokal. Dengan durasi kegiatan yang lebih panjang, dampak ekonomi bagi pedagang kecil dan sektor pariwisata diyakini akan meningkat.
“Konsep ini tidak hanya soal kenyamanan, tapi juga membuka ruang ekonomi baru. Semakin banyak pengunjung, semakin besar manfaatnya bagi warga,” jelasnya.
Lebih lanjut, Safa menekankan pentingnya sikap saling menghargai, terutama terhadap kehadiran pejabat daerah yang turut mendukung kegiatan budaya Bontang.
“Gubernur hadir karena cinta Bontang, itu bentuk dukungan yang harus kita syukuri,” ucapnya.
Dengan semangat kolaboratif, Disdikbud berkomitmen menjadikan BCC 2026 lebih tertib, kreatif, dan berkesan. Semua masukan publik akan menjadi bahan utama dalam penyusunan konsep tahun depan. (Re)






