Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Disdikbud Pastikan KBP Jadi Tambahan Uang Saku Pelajar Bontang Mulai 2026

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha

Katinting.com, Bontang – Disdikbud Bontang menegaskan bahwa program Kartu Bontang Pintar (KBP) dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan pelajar secara langsung. Berbeda dari bantuan pendidikan pada umumnya, KBP difokuskan sebagai uang saku siswa, bukan sebagai dana operasional sekolah. Hal inilah yang membuat program tersebut mendapat perhatian luas dari masyarakat.

Pada tahun 2026, pemerintah melalui Disdikbud telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 29 miliar. Dana ini akan dibagikan kepada 29 ribu pelajar, masing-masing mendapatkan Rp 1 juta per tahun. Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menyebut, langkah ini merupakan janji pemerintah yang kini mulai diimplementasikan.

Menurut dia, banyak pelajar yang masih membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan seperti alat tulis, transportasi, hingga penunjang kegiatan sekolah. KBP hadir untuk menjawab masalah tersebut secara langsung, tanpa melalui mekanisme sekolah seperti BOS.

“Program ini kami rancang agar bantuan pendidikan bisa lebih tepat sasaran dan memberikan kemudahan bagi siswa untuk memenuhi kebutuhan pendidikannya,” ujarnya, Selasa (18/11/2025).

Ia menilai bantuan langsung tunai memberikan ruang bagi siswa untuk mengatur kebutuhan belajarnya sendiri.

Adapun proses pendataan penerima dilakukan oleh Disdikbud. Setiap sekolah wajib mengirimkan data terbaru sebagai dasar validasi. Abdu memastikan pendataan dilakukan ketat agar bantuan tepat sasaran dan tidak terjadi penyalahgunaan.

Sementara pencairannya dilakukan melalui Bidang Kesra yang berperan sebagai penyalur bantuan sosial. Disdikbud memilih skema ini agar prosesnya lebih fleksibel dan sesuai dengan kategori bantuan yang telah ditetapkan dalam aturan.

Program ini diharapkan mampu mendorong semangat belajar pelajar Bontang. Dengan dukungan finansial yang memadai, siswa dapat lebih fokus pada pendidikan tanpa terbebani kendala ekonomi.

Ia percaya KBP akan menjadi salah satu intervensi penting dalam menekan angka putus sekolah di Bontang.

“Jika berjalan sesuai rencana, kami yakin program ini dapat memberikan dampak besar bagi kemajuan pendidikan,” tutupnya. (Re)

Share: