Siswi dari Komunitas Laika tengah belajar menenun Lipaq Saqbe Mandar.
banner 728x90

Polman, Katinting.com – Guna melestarikan tenun sutera Mandar atau yang sering disebut lipaq saqbe, Komunitas Laika di Dusun II Paropo, Desa Mobil, Kecamatan Alu, Polman mendirikan sekolah menenun.

Sekelompok pemuda yang diberi nama Komunitas Laika itu, sebelumnya telah mengikuti kompetisi project social PFMuda 2021 yang diselenggarakan oleh Pertamina Foundation.

Ketua Komunitas Laika, Rezki Amaliah menyampaikan, PFMuda merupakan salah satu program Pertamina Foundation yang diperuntukkan untuk pemuda, dalam hal menuntaskan isu-isu sosial melalui sebuah project. Dalam kompetisi itu, Rezki mengaku mengusulkan project social Sekolah Menenun, karena melihat pentingnya regenerasi penenun di Sulbar.

“Alhamdulillah, dari 2.149 peserta yang mengikuti PFMuda 2021, kami berhasil lolos ke 21 besar project social terbaik se Indonesia,” kata Rezki, Jumat (24/12/21).

Rezki mengungkapkan, saat ini proses pembelajaran di sekolah menenun sedang berjalan, sekolah menenun dibuka setiap Sabtu dan Minggu, diperuntukkan untuk siapapun yang ingin belajar menenun.

“Kelasnya kami buka akhir pekan, karena kebanyakan peserta yang ikut dari kalangan pelajar,” ujar Rezki.

Namun, lanjut Rezki, meskipun pembelajaran di sekolah menenun hanya buka di akhir pekan, setiap harinya aktifitas menenun tetap berjalan, karena selain berfungsi sebagai tempat belajar, sekolah menenun juga mewadahi kelompok usaha ekonomi kreatif tenun sutra di Desa Mombi.

“Alhamdulillah, antusias peserta cukup banyak, bahkan masyarakat sekitar juga sangat antusias datang ke sekolah menenun, hanya saja kami tidak bisa menerima banyak peserta, karena tempat kami terbatas,” ujar Rezki.

Bendahara Sekolah Menenun, Nurinda Apriella menjelaskan, untuk sementara, ada 14 orang yang mengikuti pembelajaran di sekolah menenun, para peserta diajarkan materi tentang menenun, mulai dari pengenalan alat dan bahan, hingga praktek proses menenun.

“Setiap rombongan belajar akan mengikuti pembelajaran selama delapan kali pertemuan, itu untuk memberikan pemahaman dasar-dasar menenun, jika ada yang ingin terus belajar, kami tetap akan terima, dan setiap bulannya kami membuka penerimaan peserta yang ingin belajar menenun,” tandas Indah.

(rls)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here