Mamuju, Katinting.com – Pemprov Sulbar mempertegas komitmennya dalam transformasi sistem kesehatan melalui paparan Rencana Kerja (Renja) Kesehatan 2026 oleh Kepala Dinas Kesehatan Sulbar, Asran Masdy, di hadapan Gubernur Suhardi Duka dan jajaran eksekutif, Sabtu (21/6).
Agenda ini menjadi peta jalan strategis untuk mempercepat target Universal Health Coverage (UHC) 100% melalui program unggulan “Sulbar Sehat”.
Dalam paparannya, Asran menyoroti tiga tantangan utama:
- Prevalensi stunting 35,8% – Tertinggi ke-3 di Sulawesi
- Rasio tenaga kesehatan tidak merata – 37 dari 98 Puskesmas kekurangan SDM
- Keterbatasan fasilitas rujukan – 60% rumah sakit belum miliki dokter spesialis lengkap .
Untuk menjawab tantangan tersebut, Dinkes menyiapkan 5 intervensi prioritas:
- Intervensi gizi terpadu melalui Rumah Gizi dan pemberian makanan tambahan (PMT)
- Penyediaan 120 alat antropometri standar untuk Posyandu
- Layanan kesehatan bergerak menjangkau daerah terpencil dan kepulauan
- Pelatihan intensif tenaga kesehatan untuk PONEK dan gawat daurat
- Penguatan sistem deteksi dini penyakit menular & tidak menular
Adapun total alokasi anggaran kesehatan 2026 mencapai Rp272,6 miliar, dengan distribusi, 45% untuk penanganan stunting dan gizi, 30% penguatan layanan primer (Puskesmas dan Posyandu), dan 25% peningkatan fasilitas rujukan dan SDM.
“Dana ini bukan sekadar angka, tapi bukti keseriusan kami mewujudkan layanan kesehatan setara bagi semua warga Sulbar, cukup dengan tunjukkan KTP,” tegas Asran.
Gubernur Suhardi Duka dalam arahannya menekankan pentingnya kolaborasi, “Kita tidak boleh kerja sendiri-sendiri. Target UHC 100% butuh sinergi lintas OPD, TNI/Polri, hingga organisasi masyarakat. Setiap detik sangat berharga untuk menyelamatkan generasi Sulbar dari stunting dan kematian ibu.” (*)






