Pernando Sinaga, SSL PT PSL
Pernando Sinaga, SSL PT PSL
banner 728x90

Pasangkayu, Katinting.com – Anggota DPRD Pasangkayu, Nasruddin menghardik SSL PT Palma Sumber Lestari (PT PSL), Pernando Sinaga saat RDP di ruang aspirasi gedung DPRD Pasangkayu, Jumat, 8 Oktober 2021.

Itu bermula kala Pernando Sinaga memberikan alasan soal kerusakan jalan yang dilalui kendaraan PT PSL tidak bisa diperbaiki oleh pihak perusahaan sebab sudah kordinasi dengan dinas PUPR Pasangkayu.

Di beberapa titik jalan yang rusak, sambung dia, sudah diperbaiki. Bahkan pihaknya sudah bangun plat duiker (baca_deker). Tapi dia kecewa, sebab belum kering sudah dilibas.

Karena pernyataan pihak PT PSL tersebut dianggap melenceng dan tak mendasar, Nasruddin pun langsung memotong pembicaraan dan menghardik Pernando sebagai perwakilan perusahaan.

“Coba tunjukkan apa dasar hukumnya sehingga bapak (Pernando) berani mengatakan jalan tersebut tidak bisa diperbaiki pihak perusahaan karena sudah kordinasi dengan pihak dinas (PUPR). Ini ngawur,” tanya Nasar panggilan akrab anggota DPRD dari PKS ini.

Pernyataan itu lanjut Nasar, terkesan mendikte dan mengindikasikan seakan mengajari pihak DPRD soal aturan. Padahal tambah dia, seharusnya kalau perusahaan punya itikad memperbaiki tak perlu kordinasi dengan siapa pun.

“Kalau rusak ya perbaiki. Karena itu tanggungjawab, tidak perlu kordinasi, itu hanya alasan,” kesal Nasar.

Senada, dua rekannya di lembaga perwakilan rakyat daerah itu yang berasal dari dapil Babula, Lubis dan Karma Yunus juga berskap sama. Keduanya khawatir ini beresiko akan terjadi konflik horizontal, jika ini tidak tindaklanjut secepatnya.

Mereka juga menyampaikan, pihak anggota DPRD Pasangkayu yang hadir sepakat akan turun langsung ke titik lokasi jalan yang dimaksud pada Senin, 11 Oktober 2021.

Tanggapan dari anggota DPRD lainnya, Herman Yunus juga sama. Intinya kata Herman, tanpa diminta pun perusahaan berkewajiban melakukan perbaikan. Itu dasarnya tertuang dalam perbub tentang CSR.

Nurlatif yang memimpin rapat berharap agar rapat dengar pendapat dengan seluruh pihak terkait dapat membuahkan solusi.

Sekedar diketahui, PT PSL merupakan salah satu perusahaan yang baru berinvetasi membangun pabrik pengelolaan TBS di kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.

Karena dugaan pengrusakan jalan, pihak warga yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Tani kecamatan Baras melayangkan surat aduan ke DPRD Pasangkayu.

Meski lambat hadir, ketua aliansi Al Anfal mengaku melaporkan hal ini ke DPRD Pasangkayu agar ditindaklanjuti soal jalan rusak akibat kendaraan perusahaan.

Bahkan, pihak aliansi sempat memasang portal. Namun, itu tidak disetujui camat Baras, Abdul Rahman dan diamini sejumlah warga karena menganggap itu meresahkan bagi warga lain.

Arham Bustaman

 

 

 

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here