Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Dibutuhkan Perencanaan yang Matang untuk Pengelolaan Hutan Yang Baik

Sekprov Sulbar, Muhammad Idris membawakan sambutan di rapat koordinasi perencanaan pembangunan kehutanan. (Foto Humas Pemprov Sulbar)

Mamuju, Katinting.com – Pengelolaan hutan yang baik sangat diperlukan perencanaan yang matang dengan melibatkan instansi dan pihak terkait, baik melalui forum SKPD maupun forum Musrembang di Daerah, untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan instansi lainnya di tingkat regional dan pusat.

Itu disampaikan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Barat (Sulbar), Muhammad Idris pada pembukaan rapat koordinasi perencanaan pembangunan kehutanan tahun 2020, di ruang Kenari Grend Maleo Hotel  & Convention Mamuju, Selasa (3/8).

Sehingga  diharapkan setiap proses penyusunan dokumen perencanaan dapat di musyawarahkan melalui koordinasi antar instansi, serta partisipasi pihak pelaku pembangunan.

“Hal ini sangat penting, mengingat dokumen inilah yang akan menjadi dasar dalam pelaksanaan pembangunan kehutanan pada tahun berikutnya,” kata Muhammad Idris.

Dia menambahkan, dalam pengelolaan sektor kehutanan, dibutuhkan berbagai upaya misalnya, pemanfaatan kebijakan satu peta melalui penggunaan teknologi agar memudahkan pengawasan terhadap area hutan.

“Dengan kebijakan itu dapat memudahkan melakukan kontrol terhadap area hutan, dimana dari ketinggian tertentu kita bisa memonitoring bagaimana kondisi hutan di daerah, kecamatan dan desa tertentu, bahkan dengan kebijakan itu, kita bisa secara live melihat jangan-jangan ada penebangan pohon di hutan,” terangnya.

Untuk itu, dirinya meminta Dinas Kehutanan Sulbar  dan pihak terkait lainnya  untuk mendemonstrasikan kebijakan tersebut di Sulbar.

“Saya titipkan, kebijakan ini dapat didemonstrasikan di Sulbar,  kalau bisa  provinsi ini masuk level yang mendahului, bahkan unggul dalam hal  tersebut di regional ini. Kominten saya, provinsi ini  harus yang terbaik  dalam pemanfaatan kebijakan satu peta ini di sektor kehutanan” pintanya.

Selain itu, ia juga menitipkan beberapa hal kepada jajaran kehutanan diantaranya, agar memasukkan  program dan kegiatan yang terkait langsung dengan rehabilitasi hulu Daerah Aliran Sungai (DAS), pengembangan hasil hutan bukan kayu dan aneka usaha kehutanan, perlindungan dan pengamanan hutan, serta percepatan operasional KPH agar bisa mandiri.

Terkait pelaksanaan rakor, Sekprov Sulbar ini berharap, sumbangan pikiran dan tenaga seluruh peserta dalam forum itu, dapat bermanfaat dan mampu menghasilkan sinergitas perencanaan yang baik, demi kemajuan pembangunan di Sulbar.

Kepala Dinas Kehutanan Sulbar, Fakhruddin mengatakan, rakor tersebut dilaksanakan untuk memberikan pemahaman terhadap para peserta dalam rangka menyusun perencanaan pembangunan di sektor kehutanan pada 2020.

Fakhruddin mengungkapkan, lahan di Sulbar sudah banyak mengalami degradasi, yaitu sebanyak kurang lebih 300 ribu hektar, dari kondisi eksisting kawasan hutan yang sebesar 1, 069 juta hektar. Sedangkan  tutupan lahan yang masih bagus sebanyak 800 ribu hektar.

Menurut Fakhruddin, banyaknya lahan yang sudah terdegradasi tersebut, disebabkan berbagai faktor, seperti  potensi tambang dan  budaya masyarakat itu sendiri.

“Lahan itu terdegradasi oleh tambang seperti yang ada di Kalumpang, sedangkan faktor perilaku atau budaya masyarakat adanya ladang berpindah,” beber Fakhruddin.

Untuk  melakukan rehabilitasi terhadap lahan yang telah terdegradasi, Fakhruddin menyatakan, pihaknya akan merangkul berbagai pihak, seperti generasi muda, pramuka dan pecinta alam, agar aktif bersama dengan berbagai sumber pendanaan, baik APBD, APBN, swadaya masyarakat, CSR daan lainnya.

“Hutan yang bagus kita akan jaga tutupan lahannya, sedangkan lahan yang terdegradasi kita akan lakukan rehabilitasi, supaya penutupan lahannya pulih seperti semula,” tutur Fakhruddin.

Di sela-sela pembukaan acara rakor, dilakukan penyerahan bantuan kendaraan operasional pengamanan hutan secara simbolis berupa motor trail, oleh Sekprov Sulbar Muhammad Idris kepada Kepala  Kelompok Pengelola Hutan (KPH) Malunda Azis, dan disaksikan Kepala Dinas Kehutanan Sulbar Fakhruddin.

Kendaraan operasional tersebut sebanyak 10 unit yang  berasal dari  Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk diberikan kepada KPH yang ada di Sulbar.

Sumber : Humas Pemprov Sulbar

Edit : Zulkifli

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat