Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Di Usia 21 Tahun, SDK Tegaskan Jika Sulbar Fokus pada Pemerataan dan Penyelarasan Kesenjangan

Mamuju,Katinting.com – Puncak peringatan Hari Jadi ke-21 Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) digelar secara khidmat dan sederhana di Lapangan Upacara Kantor Gubernur, Senin (22/09). Kesederhanaan acara ini menyelaraskan dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri, namun tidak mengurangi makna dan penghormatan atas perjalanan panjang provinsi ke-33 di Indonesia tersebut.

Upacara dihadiri oleh para tokoh pejuang pembentuk Sulbar, anggota DPR RI dapil Sulbar, pimpinan dan anggota DPRD, Forkopimda, keenam bupati, camat se-Sulbar, serta undangan terbatas. Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, bertindak sebagai inspektur upacara. Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Wakil Gubernur Salim S. Mengga sebagai wujud syukur.

Dalam pidatonya, Gubernur Suhardi Duka menegaskan bahwa kesederhanaan bukanlah pelemahan semangat, melainkan bentuk perayaan yang bermakna dan berhikmah.

“Kehadiran para pejuang adalah bentuk penghargaan tertinggi. Atas jerih payah merekalah, Sulbar bisa berdiri 21 tahun lalu,” ujarnya.

Duka juga menyampaikan penghormatan kepada seluruh pemimpin sebelumnya, mulai dari gubernur pertama hingga para penjabat, yang telah meletakkan fondasi dasar pembangunan.

“Tugas kami sekarang adalah melanjutkan dan menyempurnakan apa yang belum baik,” tegasnya.

Baca juga; Malam Kebatinan di Rumah Gubernur, Pejuang Sulbar Titipkan Wasiat untuk Masa Depan

Dengan nada tegas dan berorientasi pada hasil, Gubernur memaparkan arah kebijakannya.

“Orientasi kita jelas, pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Target kami adalah mendongkrak pertumbuhan ekonomi, menekan angka kemiskinan, dan menyempitkan kesenjangan sosial,” paparnya.

Di usia 21 tahun, Sulbar ditantang untuk beranjak dari masa pertumbuhan menuju fase pendewasaan yang lebih matang. Peringatan yang sederhana ini menjadi refleksi bahwa perjalanan untuk mewujudkan kesejahteraan yang merata dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat Sulbar masih panjang dan memerlukan kerja keras semua pihak. (*/Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat