Kondisi terkini paparan banjir pada fasilitas pendidikan di Kecamatan Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah. (Dok Ist)
banner 728x90

 

Mateng, Katinting.com – Sejak pukul 12.00 siang, sejumlah wilayah di Mamuju Tengah mulai di guyur hujan dengan curah hujan yang cukup tinggi, sehingga beberapa wilayah di Bumi Lalla Tassisara ini, mendapatkan kiriman banjir genangan.

Tidak terkecuali curah hujan di wilayah kecamatan paling selatan dari Mamuju Tengah, yakni Kecamatan Pangale, justru sejumlah sekolah sudah terpapar banjir genangan setinggi 80 centimeter di pukul 16.30 sore tadi, namun hingga pukul 18.00 petang Senin (05/09), debit ketinggian air makin naik.

Fasilitas sekolah yang terendam adalah UPTD SMA Negeri 1 Pangale, UPTD SMP Negeri 1 Pangale, dan sejumlah pemukiman warga di sekitar area komplex pendidikan di Pangale.

Banjir genangan ini membawa sejumlah sampah potongan kayu dan pelepah sawit dari sekitar sekolah, sehingga tidak terelakan kawasan sekolah menjadi tempat tumpukan sampah tersebut.

Hingga saat ini belum dapat dipastikan kerugian dari paparan banjir genanangan ini, namun saat dihubungi Kepala Sekolah SMP Negeri I Pangale, Bahri, mengemukakan bahwa banjir ini masuk dalam ruang kelas, sehingga perangkat belajar mengajar dalam ruang kelas sebagian tidak terhindarkan terendam.

Katanya, banjir genangan ini, dipicu oleh posisi sekolah yang memang lebih rendah dari area sekitar sehingga halaman sekolah menjadi tempat genangan terparah saat ini.

“Ditambah kemudian kapasitas saluran air di sekitar sekolah memang sudah tidak memadai menampung debit air, sehingga meluap menggenangi sekolah kami” ungkap kata Bahri.

Untuk itu Ia berharap kiranya atas kejadian ini, yang tidak sekali terjadi, agar mendapatkan perhatian, kiranya saluran air disekitar sekolah dapat ditingkatkan kapasitasnya yang dapat menampung lebih banyak debit air dalam jumlah besar.

“Selain itu, kiranya, halaman sekolah kami, dapat ditinggikan, sehingga ketika saluran air sudah di benahi, halaman sekolah kami tidak menjadi tempat genangan baru air hujan” harap Bahri.

(Fhatur Anjasmara)

Bagikan

Comment