Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Cegah Politik Uang, Panwascam Bambaira Masif Sosialisasi ke Masyarakat Adat Bunggu

Panwascam Bambaira saat melakukan sosialisasi di rumah adat Bantayang. (Ist.)

Pasangkayu, Katinting.com – Bantayang adalah salah satu ruang pertemuan atau semacam tempat rapat masyarakat adat, orang bunggu, yang tersebar di perkampungan adat di Kabupaten Pasangkayu.

Kelompok masyarakat yang digolongkan tingkat pendidikannya masih rendah ini cenderung hidup berpindah pindah. Mata pencaharian mereka kebanyakan hanya bertani dengan membuka perkebunan Palawija yang terletak di pegunungan.

Mereka selalu memilih pemukiman yang jauh dari perkotaan. Mereka suka tinggal di gunung-gunung atau jauh dari akses atau terbilang terpencil. Mereka tersebar di beberapa titik, salah satunya di Dusun Saluwira Kecamatan Bambaira.

Keluguan mereka inilah yang sering disalah gunakan oleh orang-orang yang punya kepentingan. Terutama dalam Pemilu 2019 ini, mereka menjadi rebutan lumbung suara oleh para calon legislatif di Kabupaten Pasangkayu. Mereka kelompok yang rentan menjadi tujuan Money Politisc bagi tim kampanye dan politik SARA.

Mereka sangat mudah dipengaruhi, oleh karena itu menjadi tugas Bawaslu Kabupaten Pasangkayu untuk melakukan pendidikan politik di komunitas tersebut. Sehingga Panwas Kecamatan Bambaira Masif melakukan pencegahan dengan melakukan sosialisasi kepada Masyarakat adat Topo Da’a.

Baim Syam, Panwascam Bambaira Divisi Pencegahan menuturkan, dirinya setiap minggi melakukan sosialisasi kepada warga suku bunggu untuk menghindari money politics.

“Kami setiap minggu melakukan sosialisasi disini, kami bekerja sama dengan PKH (pendamping keluarga harapan), ini semacam forum warga, dimana kita saling membagi ilmu tentang kepemiluan, bentuk bentuk pelanggaran pemilu dan lain-lainnya,” kata Baim Syam.

“Kami berharap dengan sosialisasi seperti ini potensi politik uang dapat dikurangi atau kalau bisa dihapus sama sekali,” harapnya.

(*/Anhar)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat